Kamis, 15 Oktober 2009

Koperasi dan UMKM Sebagai modal awal menjadi Pusat Peradaban dan Jembatan Hubungan Antar Bangsa


Agus Muldya Natakusumah.

Koperasi dan UMKM Sebagai modal awal menjadi Pusat Peradaban dan Jembatan Hubungan Antar BangsaPertama Kali sistem perekonomian model koperasi di Indonesia dicanangkan oleh Muhhamad Hatta. Hatta meyakini Koperasi merupakan sistem perekonomian yang cocok untuk diterapkan di Indonesia karena secara kultur dan sosilogis terdapat kesesuaian dengan buadaya kegotong-royongan yang hidup dan tumbuh di dalam masyarakat Indonesia.Semangat untuk melaksanakan sistem perekonomian yang berorientasi pada tujuan tercapainya kemakmuran dan keadilan bersama utuk seluruh rakyat indonesia itu tertuang di dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa ” Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan”. Klausul pasal 33 UUD 1945 ini menunjukan bahwa Founding Father Bangsa Indonesia berkeyakinan bahwa sistem koperasi mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan dekat dengan budaya masyarakat indonesia.Luas wilayah Republik Indonesia dan berbagai potensi kekayaan alam serta sumberdaya masyarakat yang dimiliki Indonesia, proses Demokratisasi dan perkembangan situasi sangat cocok untuk pengembangan koperasi dan UMKM. Potensi Pertanian, perkebunan, industri manufaktur, transportasi dan kelautan serta potensi-potensi yang lain memerlukan pengelolaan yang baik dan terukur sehingga dapat mendukung pertumbuhan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.Koperasi merupakan badan usaha yang mengajarkan mengenai kemandirian dan kebersamaan. Sesuai dengan filosofinya koperasi berangkat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dengan sistem proses seperti ini jelas bahwa koperasi tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi semata melainkan juga sebagai wahana untuk pelatihan kepemimpinan dan manajerial serta pemanfaatan resources untuk kemaslahatan bersama bagi seluruh rakyat indonesia.Dengan motto kebersamaan yang dimilikinya koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian nasional yang memiliki peran besar dalam mengatasi berbagai persoalan nasional dalam lingkup perekonomian dan penyerapan sumberdaya manusia sekaligus berkontribusi dalam hal pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan menjaga keamanan dalam skala tertentu. Sedang kan UMKM adalah ciri dari kemampuan adaptasi, memanfaatkan peluang, kreatifitas dan keuletan serta ketangguhan bangsa Indonesia.Soalnya koperasi di indonesia yang berjalan sepanjang perjalanan bangsa ini seolah jalan ditempat dan kurang menghasilkan output yang signifikan dalam hal pertumbuhan ekonomi masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya? Dan mengapa sampai dengan sekarang ini budaya ketergantungan kepada pemerintah tidak terminimalisir bahkan cenderung meningkat, apakah ada yang salah dalam sistem pengelolaan koperasi di indonesia?Sampai saat ini besarnya potensi kekayaan yang dimiliki negeri ini dari sektor perikanan, pertanian, industri dan perkebunan serta jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 230-an juta penduduk yang tersebar di berbagai wilayah di indonesia, belumlah berhasil menjadi potensi yang menjadi keberhasilannya. Padahal koperasi merupakan salah satu alat perekat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Koperasi tidak sebatas persoalan ekonomi semata melainkan juga harus mampu mengemban misi yang lebih besar lagi yaitu sebagai alat untuk menjaga terus terciptanya keharmonisan antara daerah dan masyarakat dalam kondisi perbedaan-perbedaan yang sudah menjadi suratan sang pencipta.Untuk mengembangkan koperasi dan UMKM sehingga mampu mencapai tujuan sampai dengan tataran filosofi dan ideologi koperasi tentu diperlukan sebuah kepemimpinan yang handal dan fleksibel serta memiliki pengalaman pengorganisasian yang matang serta cakap dalam melakukan terobosan-terobosan dalam mengatasi persoalan yang timbul, kemampuan resolusi konflik mutlak harus dimiliki oleh seseorang yang akan memimpin pergerakkan koperasi di indonesia pada masa mendatang, periode pemerintahan 2009-2014. Filosofi kepemimpinan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara sangat tepat untuk diterapkan dalam memimpin pergerakkan kperasi di indonesia. Filosofi kepemimpinan yang menganut tri logi kepemimpinan yaitu Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutuwuri Handayani. Seorang pemimpin sudah seharusnya memiliki kelebihan dan kemampuan untuk menggunakan dan menempatkan dirinya secara proporsional dalam berbagai situasi dan kondisi. Ketika di depan pemimpin harus dapat dijadikan sauri tauladan, ketika di tengan mampu memberikan motifasi jadi penyemangat dan ketika dibelakang mampu memberikan dorongan kepada yang dipimpinnya.Adalah tidak tepat jika pemerintah menyerahkan kepemimpinan pergerakkan koperasi dan UMKM ini pada sosok profesional yang kompeten pada satu bidang tertentu saja karena pemimpin semcacam ini cenderung akan kesulitan dalam mengurus dan mengembangkan koperasi dan UMKM yang notabene terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki berbagai macam karakteristik dan budaya yang berbeda satu dengan yang lainya. Misalanya psikologi memimpin nelayan berbeda dengan petani atau industri karena kultur mereka berbeda satu sama lain. Pemimpin jenis profesional nantinya hanya akan memunculkan model kepemimpinan yang birokratis dan bergaya amtenaar yang cenderung main perintah dan menunggu laporan padahal koperasi dan UMKM memerlukan pemimpin yang mobilitasnya tinggi serta siap untuk terjun langsung ke lapangan. Praktis untuk mampu memimpin koperasi dan UMKM supaya tumbuh dan berkembang diperlukan kualitas pemimpin yang memiliki kemampuan memimpin yang komprehensif dan berpengalaman menyelesaikan berbagai konflik dengan arif dan bijaksana.Dengan kualitas perkembangan koperasi dan UMKM yang baik dan kedudukanya yang kuat dalam perekonomian nasional, pemerintah akan terbantu oleh lepasnya ketergantungan industri kecil kepada pemerintah dalam hal permodalan seiring dengan meningkatnya kemandirian koperasi-UMKM dan pertumbuhan ekonomi para anggotanya dan pelakunya . Dalam kondisi seperti ini produktifitas hasil produksi di berbagai sektor indutri dipastikan akan meningkat sehingga dapat mengangkat perekonomian nasional dan indonesia diharapkan akan lebih percaya diri dalam hubungan internasional sehingga mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki baik budaya dan pariwisatanya serta sumberdayanya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri yang kuat.Tahun 2010 adalah tahun dimana AFTA diberlakukan di Indonesia, ini akan membuka peluang persaingan ekonomi yang termat ketat seiring masuknya pesaing-pesaing dari kawasan Asean itu. Tanpa memiliki karakteristik ekonomi yang mandiri dan berlandaskan akar budaya bangsa kita hanya akan menjadi pihak yang kalah dalam persaingan dan pemerintah akan terus menjadi tempat bergantung bagi beban subsidi yang tak berkesudahan.Oleh karena ituProgram Kunci


1. Bahwa seluruh pejabat Koperasi dan UMKM tidak ada kata tidak tahu dan tidak meresponse, alasannya yang dihadapi orang banyak dan orang orang yang butuh bantuan segera.


2. Memungut dan mempersulit apapun harus dijauhi oleh seluruh pejabat Kementrian dan Dinas Koperasi juga UMKM sehingga hal secara bertahap tidak akan pernah dilakukan lagi sebaliknya jika mendengar keluhan dan pengaduan dari masyarakat harus menjadi lagu yang paling merdu dan sebagai tanda kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat.


3.Menjadikan segenap petugas Kementrian Menko serta UKM menjadi pengorganisasi atau Bapak Asuh dari Koperasi-koperasi dan UMKM yang berada di lingkungan nya atau berdasarkan minat dan keahlian diadaerahnya


4. Kementrian dan Dinas koperasi dan umkm kalaupun tetap menjalankan program strategis dan berbasiskan kepada Rencana Pemerintah pada 2009 s/d 2014 tetapi tetap menginformasikan, memfasilitasi dan mendorong usaha yang ”bisa mendapatkan hasil signifikant” ketika ada peluang yang nyata.


5. Kementrian Koperasi dan UMKM, kalaupun punya program yang baku tetapi tetap melihat peluang serta melakukan tindakan yang diperlukan ketika terjadi situasi, krisis keuangan dunia kembali, krisis energy, krisis pangan dan hal hal lainnya yang terjadi akibat perubahan iklim.


6. Kementrian Koperasi dan UMKM harus berada digarda terdepan dalam membantu program pemerintah dibidang penanggulangan kemiskinan dan Pengangguran.Program Kunci dilakukan agar pelaksanaan Program strategis dapat dilaksanakan untuk mencapai harapan.


Program Staregis 2009 s/d 2014Kementerian Koperasi dan UmKM serta Dinasnya:


1. Membuat peta dinamis yang lebih detail tentang Koperasi dan UMKM dalam rangka merevitalisasi usaha usaha yang telah ada dan mempertajam program dengan memanfaatkan PNPM dan KUR berbasiskan kepada keterampilan dan peluang lokal dengan daerah disekitarnya atau peluang usaha dan jenis usaha yang sejenis.


2. Lebih fokus lagi dalam mengembangkan keterampilan berOrganisasi usaha, managemen, serta mendorong terjadinya koordinasi Koperasi dan Pengusaha UMKM dengan instansi terkait dalam rangka kordinasi dan mewujudkan peluang usaha atau mendapatkan solusi.


3. Mengembangkan Koperasi yang berbasis Owner operator seperti Usaha Pengiriman Tenaga kerja dan Koperasi Pekerja Media Massa dan Koperasi sejenisnya dalam mendorong proses Demokratisasi, perlindungan pekerja dan pertahanan negara.


4. Mendorong usaha yang berbasis kepada energy alternative dan penyelamatan lingkungan hidup. Dengan mengembangkan inovasi dan kordinasi dengan instansi terkait serta mendorong penggunaan dan CSR untuk kepentingan nasional dibidang energy ini.


5. Mendorong terealisasinya ketahanan pangan dengan tumbuhan alternative dan terjadinya lapangan kerja baru, usaha baru dan penghematan Devisa negara.


6. Mendorong percepatan tumbuh berkembangnya usaha usaha kreative dan tradisonil yang berbasis kepada Fashion, kuliner, kerajinan, pariwisata dan Hiburan. Dengan memanfaatkan momentum, kedaerahan, dan event event profesional dan liburan.


7. Diseluruh Indonesia secara nyata mendekatkan program dengan Media massa sehingga diketahui masyarakat, sebagai positioning, membangun Merk dan promosi.8. Kepada anak-anak sejak usia dini perkenalan koperasi dan UMKM bagian dari kehidupan, struglle of life dan pintu masuk menuju kehidupan yang lebih baik


9. Mendorong terjadi sinergy antara pengusaha Indoensia diluar negeri dengan hasil karya industri Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan orang Indonesia disana atau menduniakan produk Indonesia.


10. Menjalin Kerjasama Internasional dalam rangka berbagai pengembangan termasuk membuka pasar dan embrio menjadikan Indonesia sebagai jembatan antar bangsa.


11.Menjadikan Dunia Koperasi dan UMKM menjadi dekat dengan Masyarakat walaupun tidak menggelutinya, melalui Penayangan & Pembangunan Kesadaran di Media Massa baik TV Koran dan Majalah sebagai serial yang menginspirasi menarik, memancing untuk mengikutnya,


12.Dikembangkan pola-pola yang memberikan informasi dan pelajaran dengan pola komtemporer sehingga tidak terkesan menggurui tetapi sangat bermanfaat dalam mengedukasi berbagai laporan masyarakat ketika memasuki dunia Koperasi dan UMKMSemua ini dilaksanakan dengan :


Harapan


1.Pemerintahan dapat melaksanakan amanat UUD 45.


2.Pemerintah dapat Mewujudkan target Programnya.-Pengangguran menurun & lapangan kerja meningkat-Terjadi Pertumbuhan Ekonomi.-Target spesifik Kementrian / Departemen Tercapai.


3.Menumbuhkan Nasionalisme dan pertahanan negara.


4.Mendorong Pembangunan Ekonomi yang lebih bisamandiri dan berkembang luas.


5.Memulai menjadikan pebisnis Indonesia menjadipemain yang lebih


“ siap “ ditingkatan international.


Demikian disampaikan.


Agus Muldya Natakusumah.


[+/-] Selengkapnya...

PILIH MENTERI YG MEMPUNYAI KAPASITAS BUKAN PILIH MENTERI KARENA POPULARITAS



Beliau adalah salah satu Calon menteri KABINET INDONESIA BERSATU jilid II...

Pria kelahiran di Bandung 47 tahun yang lalu di besarkan dalam keluarga yang sederhana yaitu keluarga pendidik sehingga Pria lulusan UI pada jurusan Teknik Metalurgi ini mendedikasikan waktu mahasiswanya menjadi Aktivis Koperasi sehingga beliau mengimplimentasikan ilmu tentang koperasi itu dengan Ikut membangun berbagai koperasi mahasiswa di berbagai kampus dan ikut membesarkan Koperasi Tranportasi Non operator pertama di indonesia di jakarta dan juga membangun beberapa Koperasi Transportasi di berbagai daerah di Indonesia setelah merasa masih perlu untuk meningkatkan kapasitas dalam dirinya beliau mengambil Magister Management di Prasetya Mulya...di Jakarta juga...dia memang cinta Indonesia...

Dalam masa repormasi beliau juga ikut andil dalam dunia pergerakan mahasiswa tahun 98. sehingga pada masa tahun 98 beliau di kenal dengan panggilan Kang Agus karena beliau berasal dari Bandung padahal pria ini tidak lah murni bandung karena di darah mengalir dari beberapa daerah seperti darah aceh, jawa, sunda sudah pasti.

Memang kalo kita bicara dalam dunia politik beliau tidak secemerlang teman2 seangkatannya karena kang Agus ini sudah mengambil keputusan tidak ikut dalam dunia politik praktis tetapi lebih ikut terjun langsung dalam dunia profesional dan bergiat di dunia kemasyarakatan, dan membuat kerja nyata seperti membuat peluang2 kerja di masyarakat, memberdayakan masyarakat sehingga masyarakat dapat mandiri dan yang pasti Wakil Ketua Alumni FT UI ini sering juga diminta untuk membantu teman2 nya sebagai konsultan Politik. dan ikut juga membantu dalam penanganan masalah pengamanan yang bekerja sama dengan negara2 tetangga seperti Singapura, malaysia, Philipina...

Direktur Executive di yayasan Puter membuat beliau ikut juga membantu menebus dan membangun Kembali Aceh dari keterpurukan setelah di landa musibah Tsunami...

Pengalaman yang sangat beragam membuat Direktur Utama Indosolution ini sering menulis di web Selamatkan Indonesia, dan juga ikut memberikan solusi untuk dunia profesional, Negara serta masyarakat... kang Agus pernah berkata, Koperasi dan UMKM Sebagai modal awal menjadi Pusat Peradaban dan Jembatan Hubungan Antar Bangsa

Salam
Perjuangan

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 14 Juni 2009

CAPITA SELECTA KAMMI



Anak-anak muda yang menuliskan langit pemikiran mereka dalam buku ini adalah monumen kecil yang tertanam antara tahan-tahun masa transisi kita. Sepuluh tahun usia reformasi sudah berlalu, kini bangsa indonesia memasuki sepuluh tahun kedua. Tantangan yang di dihadapi bangsa semakin kompleks, tidak lagi bisa di jawab secara oposisi binner. Gerakan mahasiswa harus turut terjun menyelesaikan problem bangsa dengan narasi besar yang dibawa sejak kelahirannya. KAMMI KAMMI yang dilahirkan dari lahir reformasi telah mengukir sejarah dalam posisinya yang tegas. Keni mengawali kisah sejarah dekade kedua usianya, KAMMI harus terus menyempurnakan diri dengan narasi yang radikal tetapi mudah di cerna. bangsa ini tidak saja kehilangan orang-orang besar, tetapi juga pikiran besar. mungkin itu maksutnya, teman-teman KAMMI ingin memulai menemukan keduanya, dari sebuah langkah kecil dalam buku ini. Buku ini baik untuk rujukan bagi para Aktivis Gerakan.

Fahri Hamzah
Deklarator dan ketua KAMMI 98


[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 15 Mei 2009

MENGAMBIL PELAJARAN PADA MUHAMMAD AL FATIH DALAM PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL


Category:Other
“Latuftahannal konstantinniyyah falani’mal amiiru amiiruha wala ni’mal jaysu daalikal jays”

"Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin pasukan pada saat itu dan sebaik baik pasukan adalah pasukan pada saat itu."

Konstantinopel merupakan kota terpenting di dunia, kota yang sekaligus benteng ini dibangun pada tahun 330 M. oleh Kaisar Byzantium yaitu Constantine I. Konstaninopel memiliki posisi yang sangat penting di mata dunia. Sejak didirikannya, pemerintahan Byzantium telah menjadikannya sebagai ibukota pemerintahan Byzantium. Konstantinopel merupakan salah satu kota terbesar dan benteng terkuat di dunia saat itu, dikelilingi lautan dari tiga sisi sekaligus, yaitu selat Bosphorus, Laut Marmarah dan Tanduk Emas yang dijaga dengan rantai yang sangat besar, hingga tidak memungkinkan untuk masuknya kapal musuh ke dalamnya. Di samping itu, dari daratan juga dijaga dengan pagar-pagar sangat kokoh yang terbentang dari laut Marmarah sampai Tanduk Emas. Memiliki satu menara dengan ketinggian 60 kaki, benteng setinggi 60 kaki sedangkan pagar bagian luarnya memiliki ketinggian 25 kaki, selain tower-tower pemantau yang terpencar dan dipenuhi tentara pengawas. Dari segi kekuatan militer, kota ini dianggap sebagai kota yang paling aman dan terlindungi, karena di dalamnya ada pagar-pagar pengaman, benteng-benteng yang kuat dan perlindungan secara alami. dengan demikian, maka sangat sulit untuk bisa diserang atau ditaklukkan. Kedudukan Konstantinopel yang strategis diillustrasikan oleh Napoleon Bonaparte; ".....kalaulah dunia ini sebuah negara, maka Konstantinopel inilah yang paling layak menjadi ibukota negaranya!".

Keseriusan para Sahabat, para Khalifah serta para Sulthan dalam menaklukkan Konstantinopel. Ketika para sahabat mendengar langsung dari bibir mulia Rasulullah Muhammad SAW pada saat perang Khandaq tentang akan ditaklukkannya Kota Konstantinopel seperti tertera pada nukilan hadits diatas, para Sahabat mafhum, merasa sangat bersemangat dan kemudian berlomba-lomba dengan diiringi gemuruh kerinduan yang ada pada dada-dada mereka bersegera merealisasikan janji Allah dan RasulNya untuk mengambil bagian dalam upayanya menaklukkan Konstantinopel. Sebagai salah satu bukti adalah Syahidnya salah seorang Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Abu Ayyub Al Anshori (ridho Allah senantiasa menyertainya) dipinggir kota Konstantinopel pada masa pemerintahan Khalifah Muawwiyah bin Abi Sofyan dalam rangka menaklukkan benteng sekaligus kota terkuat, yang konon sangat sulit untuk ditaklukkan oleh negara manapun di dunia saat itu.

Adalah Sahabat mulia Abu Ayyub Al Anshori R.A."peletak batu pertama" pada proyek agung penaklukkan kota Konstantinopel yang dikomandoi Khalifah Muawwiyah bin Abi Sofyan pada tahun 44.H meski serangan pertama ini belum berhasil tapi karena kecerdasan dan kecerdikan wasiat terakhir Abu Ayyub Al Anshori yang terluka parah saat itu kepada panglima Yazid bin Muawwiyah agar jasadnya dibawa dengan kudanya sejauh jarak yang dapat ditempuh ke arah musuh dan dikebumikan dijantung kota Konstantinopel, menjadikan peristiwa ini menjadi salah satu inspirasi juga semangat yang membakar pasukan terbaik dengan di bawah kepemimpinan pemimpin terbaik
Sulthan Muhammad Al - Fatih dalam penaklukan terakhir Konstantinopel.

Oleh sebab itulah kekuatan Islam melalui futuhat akan selalu merambah ke sana, Serangan paling besar dilakukan di masa Bani Umayyah, yaitu masa kekhilafahan Sulaiman bin Abdul Malik tahun 98 H sampai sampai besarnya jumlah pasukan Islam yang mengepung benteng Konstantinopel berlangsung berbulan bulan dan pasukan dalam kondisi kelaparan yang mengenaskan karena keinginan kuat sang khalifah dalam menaklukkan Konstantinopel. Usaha-usaha untuk menaklukkan Konstantinopel terus berlanjut, di masa khilafah Abbasiyah berlangsung Jihad yang demikian intensif untuk melawan pemerintahan Byzantium, namun demikian usaha ini belum sampai ke
Konstantinopel walaupun serangan itu telah menimbulkan gejolak di dalam negeri Byzantium, khususnya serangan yang dilakukan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid pada tahun 190 H. Setelah itu upaya penaklukan Konstantinopel dilanjutkan oleh Kesultanan Islam Saljuk di Asia Kecil; seperti Sulthan Alib Arsalan yang telah berhasil hanya dengan pasukan Islam sejumlah 15.000 mengalahkan tentara Romawi dengan Kaisar Rumanos dan pasukannya yang berjumlah kurang lebih 200.000 personil dalam Perang Manzikart pada tahun 464 H/1070 M. dengan peperangan dahsyat sepanjang sejarah. Kemenangan Spektakuler ini merupakan titik perubahan penting dalam sejarah Islam. Sebab peristiwa ini telah melemahkan pengaruh Romawi di Asia Kecil yang tak lain adalah wilayah-wilayah strategis kekaisaran Byzantium.

Ketika kekhilafahan Abbasiyah yang beribukota di Baghdad dihancurkan oleh serbuan pasukan Mongolia dibawah pimpinan Hulaku Khan, lahirlah Utsman peletak dasar Khilafah Utsmaniyah. Dengan kekuasaan yang baru lahir dia telah menembus laut Marmarah, dengan bala tentaranya dia telah berhasil mengancam dua kota utama Byzantium kala itu yakni Azniq dan Burshah. Setelah wafatnya Utsman, anaknya yang bernama Orkhan segera memangku kekuasaan, Tahun 727 H/1327M Nicomedia sebuah kota yang berada di barat laut Asia kecil dekat kota Konstantinopel jatuh ditangannya. Sulthan Orkhan sangat peduli untuk merealisasikan apa yang pernah dikabarkan
oleh Rasulullah SAW tentang akan dibukanya Konstantinopel. Dia telah melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan pengepungan terhadap ibukota Byzantium dari sebelah barat dan timur pada saat yang bersamaan, agar bisa merealisasikannya, dia mengirim anaknya yg bernama Sulaiman untuk melintasi selat Dardanil dan memerintahkannya agar menguasai beberapa wilayah di sebelah barat. Tahun 758 H Sulaiman berhasil menyeberangi selat Dardanil pada malam hari bersama empat puluh orang tentara penunggang kuda, tatkala sampai di tepi barat, mereka mengambil alih beberapa kapal milik tentara Romawi yang sedang berada ditempat itu,lalu mereka kembali membawa kapal–kapal ke tepi timur, mengingat tentara Utsmani belum memiliki armada laut sebab kekuasaan mereka baru saja berdiri. Di tepi timur inilah, Sulaiman memerintahkan pasukannya untuk menaiki kapal-kapal itu yang membawa mereka ke pantai Eropa sampai mereka mampu menaklukkan benteng Tarnab, Ghalmabuli yang di dalamnya ada benteng Jana dan Apsala serta Rodestu, semuanya berada di selat Dardanil yang berada diutara dan selatan. Dengan begitu Sulthan Orkhan telah melakukan sebuah langkah penting dan membuka jalan bagi pemimpin yang datang setelahnya untuk menaklukkan Konstantinopel. Di Eropa, tentara Utsmani melakukan futuhat di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Byzantium, Pada tahun 762 H./1360 M., Sulthan Murad I mengusai Adrianople(Edirne), sebuah kota yang sangat strategis di Balkan dan dianggap sebagai kota kedua setelah Konstantinopel oleh Byzantium. Dia menjadikan kota ini sebagai ibukota pemerintahannya sejak tahun 768H./1366M. Pada masa kepemimpinan Sulthan Bayazid I terjadi pengepungan Konstantinopel dgn pasukan yang dipimpinnya sendiri hingga membuat Konstantinopel hampir menemui keruntuhannya. Karena munculnya sebuah bahaya baru (Timur Lenk) yang mengancam pemerintahan Utsmani akhirnya Sulthan Bayazid menarik mundur pengepungan tersebut.

Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al – Fatih Tatkala kekuasaan Utsmani kembali stabil, semangat Jihad kembali berkobar, pada masa pemerintahan Sulthan Murad II beberapakali usaha penaklukkan Kota Konstantinopel dilakukan. Bahkan di masanya pasukan Islam beberapakali mengepung kota ini.

Adalah Sulthan Muhammad Khan (Al-Fatih) putera Sulthan Murad II yang melanjutkan estafet penaklukkan Konstantinopel baik dari ayahnya maupun pendahulunya, Dia berusaha dengan berbagai cara dan strategi diantaranya, memperkuat kekuatan militer Utsmani dari segi kwantitas hingga mencapai 250.000 mujahid. Selain membekali pasukan dengan berbagai seni tempur dan ketangkasan menggunakan senjata, Dia juga menanamkan semangat Jihad, Sulthan juga mengingatkan mereka akan pujian Rasulullah pada pasukan yang mampu membuka Kota Konstantinopel. Dia selalu berharap, tentara yang dimaksud Rasulullah adalah tentaranya. Hal ini memberikan dorongan moral serta ruhiyyah yang sangat kuat dan tiada tara di seluruh benak
pasukannya. Dia juga memperkuat infrastruktur angkatan perang yang mutakhir dan strategi canggih, dengan membangun benteng Romali Hisyar di wilayah selatan Eropa di selat Bosphorus pada sebuah titik yang paling strategis yang berhadapan dengan benteng yang pernah dibangun pendahulunya yaitu Sulthan Bayazid di daratan Asia. Meski sempat dihalangi oleh Kaisar Romawi dengan ganti uang yang akan dibayarkan pada sulthan, Sulthan tetap menolak dengan tegas. Hingga akhirnya selesailah satu benteng yang demikian tinggi dan sangat aman. Tingginya sekitar 82 meter. Sulthan juga membebaskan tawanan insinyur ahli pembuat meriam yang bernama Orban dari penjara Konstantinopel, jadilah Meriam yang sangat besar (meriam Sulthan Muahammad) memiliki bobot ratusan ton dan membutuhkan ratusan lembu untuk menariknya.

Selain itu, dalam mempersiapkan penaklukan kota Konstantinopel, sulthan memperkuat armada laut Utsmani mengingat Konstantinopel adalah sebuah kota laut, yang tidak mungkin bisa dikepung kecuali dengan menggunakan armada laut. Disebutkan bahwa kapal yang dipersiapkan berjumlah 400 kapal.Meriam meriam besar digerakkan dari Adrianople menuju Konstantinopel dalam jangka waktu dua bulan. Akhirnya pasukan yang dipimpin langsung Muhammad al-Fatih sampai didekat Konstantinople pada hari Kamis tanggal 26 Rabiul Awwal 857 H.(6 April 1453 M). Sulthan Muhammad berpidato di hadapan pasukan dengan berapi-api dan penuh semangat yang memicu pasukan untuk berjihad dan meminta kemenangan pada Allah SWT atau mati syahid. Dalam khutbahnya, Sulthan menjelaskan arti pengorbanan dan keikhlasan dalam berjihad tatkala berhadapan dengan musuh. Dia membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi seruan Jihad, sebagaimana ia juga menyebutkan hadits-hadits Rasulullah yang mengabarkan tentang penaklukkan Konstantinopel dan keutamaan prajurit yang membukanya serta keutamaan pimpinan pasukannya. Dia menyebutkan, bahwa dengan dibukanya Konstantinopel berarti akan memuliakan nama Islam dan kaum Muslim. Pasukan Islam saat itu melakukan gempuran dengan membaca Laa Ilaaha Illallah dan Allahu Akbar sebelumnya Muhammad Al-Fatih memimpin do’a dengan khusyu’ kepada Allah SWT untuk kemenangan dia dan pasukannya dalam menaklukkan Konstantinopel.

Saat armada laut Utsmani mengalami kekalahan, yang sebelumnya kaisar Byzantium hampir menyerah dengan negosiasi mengajukan tawaran-tawaran yang ditolak tegas oleh Sulthan, bertambah sulitlah pengepungan yang terjadi menjadi kendur sementara musuh menyusun kekuatan lagi dengan bantuan yang berdatangan dari negara negara eropa yang dikomando oleh paus yang katholik.

Atas ide cemerlang dari sulthan Muhammad Al-Fatih, maka dalam satu malam 70 lebih kapal Utsmani dapat dilabuhkan ke Tanduk Emas melalui jalur darat dengan bebukitan yang tinggi dengan cara yang tidak lazim. Pekerjaan demikian tentu sebuah pekerjaan yang berat dan besar bahkan dianggap sebagai “mukjizat” yang tampak dari sebuah kecepatan berfikir dan kecepatan aksi yang menunjukkan kecerdasan Muhammad Al-Fatih dan ketaatan serta keinginan kuat pasukannya saat itu. Orang-orang Byzantiumpun kaget, tak seorangpun yang percaya atas apa yang telah terjadi. Namun realita yang ada di hadapan mereka membuat mereka shock dan harus mengakui strategi yang sangat jitu tadi. Pada subuh pagi tanggal 22 April, penduduk kota yang lelap itu terbangun dengan suara takbir tentara Islam Utsmani dan genderang serta nasyid-nasyid jihad yang menggema di Tanduk Emas. Salah seorang ahli sejarah tentang Byzantium menyatakan

“kami tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar sebelumnya, sesuatu yang sangat luar biasa seperti ini. Muhammad Al-Fatih telah mengubah bumi menjadi lautan dan dia menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak-puncak gunung sebagai pengganti gelombang-gelombang lautan. Sungguh kehebatannya dia jauh melebihi apa yang dilakukan oleh Iskandar yang Agung,”

Sulthan Muhammad Al-Fatih mengejutkan musuhnya dari waktu ke waktu dengan seni serangan yang selalu berbeda dari segi perang dan pengepungan, seni perang yang dia lakukan merupakan inovasi baru yang belum pernah dikenal sebelumnya. Sedangkan para Ulama’ yang ikut berjihad memberi semangat pada para mujahidin “Tatkala Rasulullah hijrah ke Madinah, Rasul singgah di rumah Abu Ayyub Al-Anshari, sedangkan Abu Ayyub Al-Anshari sengaja mendatangi tanah ini dan dia singgah disini”. Ucapan ini membakar semangat pasukan Islam dan menimbulkan gelora jihad yang tinggi. Sampailah Muhammad Al-Fatih sebelum penyerangan umum memberikan pidato kepada pembesar pembesar tentara :

“Jika penaklukan kota Konstantinopel sukses, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah ketinggian dan kemuliaan Islam. Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selallu didepan matanya dan jangan sampai ada diantara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Hendaknya mereka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Hendaknya mereka jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran”

Adanya seni strategi perang dan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan pada pasukan Islam yang dipimpin langsung oleh Muhammd Al-Fatih akhirnya melemahkan semangat tempur pasukan Byzantium, yang mengakibatkan kekalahan dan takluknya Konstantinopel. Tepat pada hari Selasa tanggal 20 Jumadil Ula 857 H bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M, Konstantinopel jatuh dan berhasil ditaklukkkan oleh Sulthan Muhammad Al-Fatih, kemudian dia turun dari kudanya sesudah memberi penghargaan degan ucapannya pada pasukan “MasyaAllah,” “kalian telah menjadi orang-orang yang mampu menaklukkan konstantinopel yang telah Rasulullah kabarkan” baru kemudian dia Sujud kepada Allah di atas tanah, sebagai ungkapan syukur dan pujian serta bentuk kerendahan diri dihadapan-Nya.

Dari kronologis sejarah diatas dapat kita tarik benang lurus bahwa penaklukkan Konstantinopel identik dengan perjuangan menegakkan kembali Khilafah Nubuwwah yang sampai saat ini belum berdiri:
1. Upaya penaklukkan Konstantinopel bisa terwujud karena ada keinginan yang kuat dilakukan secara terus menerus, seakan ada komunikasi dari generasi ke generasi berikutnya serta fokus pada obyek.
2. Penaklukkan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih memakai kaidah kausalitas secara sempurna, karena sempurnanya seakan di luar nalar manusia. hal inilah yang membuat musuh menjadi kecil nyalinya.
3. Muhammad Al Fatih, para Sulthan, para Khalifah serta para Shahabat adalah manusia biasa seperti kita, kalau mereka dengan semangat dan keperkasaannya dapat merealisasikan janji Allah dan Rasul-Nya dalam menaklukkan Konstantinopel, maka tiada alasan bagi kita untuk tidak dapat merealisasikan hadits Rasulullah untuk mewujudkan berdirinya Khilafah Islamiyyah

………dan adalah tinggal kita wahai Syabab yang akan merealisasikan hadits Rasulullah SAW “….tsumma takuunu khilafatan ‘ala minhajin nubuwwah” dengan fikrah Islam dan thoriqah Rasulullah sebagai senjata kita, akan segera kita taklukkan atas izin Allah, ideologi Kapitalis yang saat ini sebagai benteng kuat di benak seluruh penguasa kaum muslim, dan kita dirikan diatas puing-puingnya Negara KHILAFAH ISLAMIYAH!!! ALLAHU AKBAR!!!


PUSTAKA
" Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Usmani " Oleh Muhammad As Shalabi
" Wajah Dunia Islam " DR. Muhammad Sayyid Al-Wakil
" Khilafah Bani Umayyah " Joesoef Syuaib
" Khilafah Bani Abbasiyyah" Joesoef Syuaib


[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 01 April 2009

Selayang Pandang Manhaj Kaderisasi 1427 H

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah Karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami[1] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Segala puji hanya kepada Allah swt. KepadaNyalah segala pujian, segala pengagungan,dan segala pengampunan. Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami sendiri dan rusaknya amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada satupun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak ada satupun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulnya. Tiada rasul sesudahnya.

Setelah sekian lama kami mencoba menyusun dan mempersiapkan sebuah panduan bagi proses pengkaderan, akhirnya keinginan itu dapat kami realisasikan saat ini. Proses yang sedikit berliku dan panjang ini cukup memberi kami inspirasi-inspirasi baru yang sebelumnya tidak kami ketahui. Sebelum lebih jauh menyelami buku ini alangkah baiknya jika kami memberikan beberapa catatan awal untuk memudahkan kita semua mencerna isi buku ini. Catatan awal ini merupakan semacam pengantar bagi siapapun yang akan mengkaji buku ini.

Muslim Negarawan dalam pandangan KAMMI

Dalam sebuah ruangan terjadi diskusi yang hangat. Saat itu semua sedang bertukar pikiran untuk merumuskan orientasi pengkaderan KAMMI. Lingkar kecil itu akhirnya memunculkan satu ide yang kemudian hari lebih kita kenal dengan Muslim Negarawan. Diksi ini menjadi consensus yang dibuat dalam forum tersebut. Hanya saja, pandangan atau tafsir terhadap Muslim Negarawan belum benar-benar disepakati. Forum lanjutan pun dilakukan dalam ruang yang jauh lebih resmi. Bertempat di Sukabumi tepatnya di Situgunung, sebuah tim kecil melakukan pengkajian yang lebih mendalam. Rumusan itulah yang dibawa ke Muktamar KAMMI di Samarinda. Muslim Negarawan pun akhirnya ditetapkan sebagai orientasi kaderisasi nasional.

Paling tidak ada tiga perspektif dalam memberikan pengertian terhadap Muslim Negarawan. Pertama, perspektif filosofi gerakan sebagai nilai-nilai dasar yang menjadi landasan gerakan bagi organisasi. Kedua, persperktif Al Qur’an maupun Sunnah sebagai pijakan dasar bagi seluruh amal islamy. Ketiga, perspektif kekinian atau waqi’iyah. Sehingga sebagai sebuah orientasi kaderisasi, Muslim Negarawan memiliki alasan yang kuat untuk dijadikan sebagai arah yang jelas bagi gerakan.

Dalam perspektif filosofi gerakan, visi gerakan secara tegas mencantumkan visi kepemimpinan sebagai sebuah cita-cita gerakan. Prinsip gerakan KAMMI menjadikan kepemimpinan sebagai strategi perjuangan KAMMI. Dua alasan ini menjadi pijakan dalam perumusan Muslim Negarawan. Sedangkan dalam sudut pandang nash Al Qur’an, KAMMI merujuk pada Qs Al Hajj 41[2]. Ada empat hal yang bisa diambi dalam ayat tersebut. Keempat hal itu antara lain:

· Kesederhanaan dan Kokoh dalam Hubungan Transendental

· Menciptakan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial

· Progresif dalam Kebijakan Produktif

· Tegas dalam Kebijakan Preventif

Dalam tinjuan waqi’iyah kita akan mendapati bahwa bangsa dan Negara ini sedang mengalami krisis kepemimpinan. Pengebirian selama 30 tahun terhadap potensi pemuda ketika rezim Orde Baru, berdampak pada mandulnya bangsa ini melahirkan generasi yang lebih maju. Saat ini, mencari tokoh-tokoh muda sekaliber Soekarno maupun Natsir dizamannya bagai mencari jarum ditumpukan jerami. Padahal pemuda adalah rahasia kemenangan sebuah cita-cita dan peradaban. Ketiga perspektif inilah yang digunakan oleh KAMMI untuk menentukan definisi yang jelas terhadap Muslim Negarawan. Dari sinilah Muslim Negarawan dirumuskan sebagai kader KAMMI yang memiliki basis ideology yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang matang, idealis dan konsisten,berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan[3]. Rumusan yang demikian kemudian diwujudkan kedalam enam profil kader KAMMI[4].

Bagaimana Muslim Negarawan akan dicapai oleh KAMMI?

Organisasi pergerakan dan organisasi pada umumnya memiliki kesamaan dalam lapisan bangunannya. Secara umum organisasi tersebut disusun dari empat lapisan, yakni: basis pengambil kebijakan, basis penerjemah gagasan menjadi program, basis pelaksana program dalam bentuk kegiatan, dan basis pelanggan atau subyek yang menikmati acara. Bangunan ini satu sama lain saling menguatkan. Dalam logika gerakan dakwah, bangunan organisasi ini dapat disebut sebagai piramida dakwah. Alasan penyebutan ini lebih pada realitas bahwa bangunan gerakan dakwah disusun oleh kualitas man power gerakan tersebut.

Semakin ke atas semakin sedikit, dan sebaliknya, semakin ke bawah semakin banyak. bahkan rasionya harus seperti segitiga sama sisi, tidak lebar sebelah atau tumpul di bagian atasnya.

Piramida dakwah dibangun oleh unsur-unsur orang yang memiliki peran-peran dominan di dalam lapisannya masing-masing. Berbeda dari sistematika pembahasan lapisan organisasi pergerakan dakwah dengan organisasi lainnya, organisasi pada umumnya dibahas dari puncak piramida, sedangkan piramida dakwah dibahas dari bawah. Lapisan-lapisan itu diurut pembahasannya lebih karena proses pencapaian alami jenjang seseorang yang dilewati dari bawah secara hirarkis ke posisi puncak. “Pasti kamu akan melewati tingkatan demi tingkatan.” (QS. Al-Insyiqaq: 19)[5]

KAMMI merumuskan jenjang kaderisasi KAMMI menjadi tiga lapis. Jenjang yang pertama dalam paling dasar adalah qoidah harakiyah[6] kemudian Qoidah fikriyah[7] dan yang paling tinggi adalah Qoidah Siyasiyah[8].

Pola Umum Kaderisasi

Secara operasional, pola yang dikembangkan oleh KAMMI dimulai dengan dauroh rekrutmen yang lebih dikenal dengan Dauroh Marhalah 1 (DM 1). Proses tersebut berlanjut dengan program Madrasah KAMMI (MK 1) yang memiliki dua pola yaitu klasikal dan khusus (halaqoh). Selain mengikuti MK 1, kader KAMMI eks trainee DM 1 mendapatkan suplemen lain[9]. Setelah itu setiap kader mengikuti proses sertifikasi kader yang akan menentukan kelulusan. Kelulusan ini akan menentukan karier kader dalam marhalah gerakan. Setelah mendapatkan sertifikasi AB 1, maka kader dipersilahkan mengikuti Dauroh jenjang kedua yaitu Dauroh Marhalah 2 (DM 2). Proses yang dilakukan setelah itu mengulang seperti yang jenjang kader 1 (AB 1)[10]. Dan, untuk jenjang yang ketiga, kader akan melewati Dauroh Marhalah 3 (DM 3)[11]. Dengan pola yang demikian, diharapkan seluruh prasyarat-prasyarat yang harus didapatkan seorang kader hingga terwujud profil muslim neragawan dapat dicapai.

Demikian pengantar ini dibuat untuk memudahkan kita semua menelaah dan memahami seluruh isi maupun kandungan dari proses kaderisasi KAMMI , khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tentunya perbaikan dan kritik sangat kami hargai, karena tidak ada satupun ucapan manusia yang luput dari kesalahan selain Rasulullah saw. Biarlah ini menjadi salah satu bukti kesungguhan kami untuk mempersembahkan generasi terbaik disetiap zamannya.

و الله اعلم بالصوب



[1] yaitu melampaui batas-batas hukum yang Telah ditetapkan Allah s.w.t.

[2] (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

[3] Manhaj Kaderisasi KAMMI Buku 1. KAMMI Pusat.

[4] Enam Profil Kader KAMMI yaitu pengetahuan keIslaman,Kredibilas Moral,Wawasan KeIndonesiaan,Kepakaran dan profesionalisme, Kepemimpinan dan Diplomasi dan Jaringan. Lihat Manhaj Kaderisasi KAMMI. Buku 1.

[5] Manhaj Kaderisasi KAMMI Buku 1. Nalar Kaderisasi.

[6] Bina’ al-qo’idah al-harokiyah (membangun basis operasional), yaitu mambangun lapisan kader KAMMI yang bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasikan dan mengeksekusi tugas-tugas dakwah yang telah digariskan KAMMI.

[7] Bina’ al-qo’idah al-fikriyah (membangun basis konsep), yaitu membangun kader pemimpin yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang tinggi sesuai bidangnya, yang menjadi guru bagi gerakan, mengislamisasikan ilmu pengetahuan pada bidangnya, dan memelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai segi kehidupan manusia.

[8] Bina’ al-qo’idah al-siyasiyah (membangun basis kebijakan), yaitu membangun kader ideolog, pemimpin gerakan yang menentukan arah gerak dakwah KAMMI, berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang.

[9] Suplemen tersebut antara lain; Dauroh Qur’an, Dauroh Ijtima’iyah, Training Keorganisasian, Training Jurnalistik

[10] Suplemen yang didapatkan seorang kader AB 2 yaitu MK 2, Training Kehumasan, Dauroh Siyasi dan Dauroh Ijtima’iyah 2.

[11] Suplemen yang akan didapatkan oleh kader Ab 3 adalah Senior Camp sebelum kader tersebut mendapatkan pengukuhan sebagai kader AB 3.



[+/-] Selengkapnya...

Selayang Pandang Manhaj Kaderisasi 1427 H

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah Karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami[1] dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

Segala puji hanya kepada Allah swt. KepadaNyalah segala pujian, segala pengagungan,dan segala pengampunan. Dan kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami sendiri dan rusaknya amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada satupun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah maka tak ada satupun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulnya. Tiada rasul sesudahnya.

Setelah sekian lama kami mencoba menyusun dan mempersiapkan sebuah panduan bagi proses pengkaderan, akhirnya keinginan itu dapat kami realisasikan saat ini. Proses yang sedikit berliku dan panjang ini cukup memberi kami inspirasi-inspirasi baru yang sebelumnya tidak kami ketahui. Sebelum lebih jauh menyelami buku ini alangkah baiknya jika kami memberikan beberapa catatan awal untuk memudahkan kita semua mencerna isi buku ini. Catatan awal ini merupakan semacam pengantar bagi siapapun yang akan mengkaji buku ini.

Muslim Negarawan dalam pandangan KAMMI

Dalam sebuah ruangan terjadi diskusi yang hangat. Saat itu semua sedang bertukar pikiran untuk merumuskan orientasi pengkaderan KAMMI. Lingkar kecil itu akhirnya memunculkan satu ide yang kemudian hari lebih kita kenal dengan Muslim Negarawan. Diksi ini menjadi consensus yang dibuat dalam forum tersebut. Hanya saja, pandangan atau tafsir terhadap Muslim Negarawan belum benar-benar disepakati. Forum lanjutan pun dilakukan dalam ruang yang jauh lebih resmi. Bertempat di Sukabumi tepatnya di Situgunung, sebuah tim kecil melakukan pengkajian yang lebih mendalam. Rumusan itulah yang dibawa ke Muktamar KAMMI di Samarinda. Muslim Negarawan pun akhirnya ditetapkan sebagai orientasi kaderisasi nasional.

Paling tidak ada tiga perspektif dalam memberikan pengertian terhadap Muslim Negarawan. Pertama, perspektif filosofi gerakan sebagai nilai-nilai dasar yang menjadi landasan gerakan bagi organisasi. Kedua, persperktif Al Qur’an maupun Sunnah sebagai pijakan dasar bagi seluruh amal islamy. Ketiga, perspektif kekinian atau waqi’iyah. Sehingga sebagai sebuah orientasi kaderisasi, Muslim Negarawan memiliki alasan yang kuat untuk dijadikan sebagai arah yang jelas bagi gerakan.

Dalam perspektif filosofi gerakan, visi gerakan secara tegas mencantumkan visi kepemimpinan sebagai sebuah cita-cita gerakan. Prinsip gerakan KAMMI menjadikan kepemimpinan sebagai strategi perjuangan KAMMI. Dua alasan ini menjadi pijakan dalam perumusan Muslim Negarawan. Sedangkan dalam sudut pandang nash Al Qur’an, KAMMI merujuk pada Qs Al Hajj 41[2]. Ada empat hal yang bisa diambi dalam ayat tersebut. Keempat hal itu antara lain:

· Kesederhanaan dan Kokoh dalam Hubungan Transendental

· Menciptakan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial

· Progresif dalam Kebijakan Produktif

· Tegas dalam Kebijakan Preventif

Dalam tinjuan waqi’iyah kita akan mendapati bahwa bangsa dan Negara ini sedang mengalami krisis kepemimpinan. Pengebirian selama 30 tahun terhadap potensi pemuda ketika rezim Orde Baru, berdampak pada mandulnya bangsa ini melahirkan generasi yang lebih maju. Saat ini, mencari tokoh-tokoh muda sekaliber Soekarno maupun Natsir dizamannya bagai mencari jarum ditumpukan jerami. Padahal pemuda adalah rahasia kemenangan sebuah cita-cita dan peradaban. Ketiga perspektif inilah yang digunakan oleh KAMMI untuk menentukan definisi yang jelas terhadap Muslim Negarawan. Dari sinilah Muslim Negarawan dirumuskan sebagai kader KAMMI yang memiliki basis ideology yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang matang, idealis dan konsisten,berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan[3]. Rumusan yang demikian kemudian diwujudkan kedalam enam profil kader KAMMI[4].

Bagaimana Muslim Negarawan akan dicapai oleh KAMMI?

Organisasi pergerakan dan organisasi pada umumnya memiliki kesamaan dalam lapisan bangunannya. Secara umum organisasi tersebut disusun dari empat lapisan, yakni: basis pengambil kebijakan, basis penerjemah gagasan menjadi program, basis pelaksana program dalam bentuk kegiatan, dan basis pelanggan atau subyek yang menikmati acara. Bangunan ini satu sama lain saling menguatkan. Dalam logika gerakan dakwah, bangunan organisasi ini dapat disebut sebagai piramida dakwah. Alasan penyebutan ini lebih pada realitas bahwa bangunan gerakan dakwah disusun oleh kualitas man power gerakan tersebut.

Semakin ke atas semakin sedikit, dan sebaliknya, semakin ke bawah semakin banyak. bahkan rasionya harus seperti segitiga sama sisi, tidak lebar sebelah atau tumpul di bagian atasnya.

Piramida dakwah dibangun oleh unsur-unsur orang yang memiliki peran-peran dominan di dalam lapisannya masing-masing. Berbeda dari sistematika pembahasan lapisan organisasi pergerakan dakwah dengan organisasi lainnya, organisasi pada umumnya dibahas dari puncak piramida, sedangkan piramida dakwah dibahas dari bawah. Lapisan-lapisan itu diurut pembahasannya lebih karena proses pencapaian alami jenjang seseorang yang dilewati dari bawah secara hirarkis ke posisi puncak. “Pasti kamu akan melewati tingkatan demi tingkatan.” (QS. Al-Insyiqaq: 19)[5]

KAMMI merumuskan jenjang kaderisasi KAMMI menjadi tiga lapis. Jenjang yang pertama dalam paling dasar adalah qoidah harakiyah[6] kemudian Qoidah fikriyah[7] dan yang paling tinggi adalah Qoidah Siyasiyah[8].

Pola Umum Kaderisasi

Secara operasional, pola yang dikembangkan oleh KAMMI dimulai dengan dauroh rekrutmen yang lebih dikenal dengan Dauroh Marhalah 1 (DM 1). Proses tersebut berlanjut dengan program Madrasah KAMMI (MK 1) yang memiliki dua pola yaitu klasikal dan khusus (halaqoh). Selain mengikuti MK 1, kader KAMMI eks trainee DM 1 mendapatkan suplemen lain[9]. Setelah itu setiap kader mengikuti proses sertifikasi kader yang akan menentukan kelulusan. Kelulusan ini akan menentukan karier kader dalam marhalah gerakan. Setelah mendapatkan sertifikasi AB 1, maka kader dipersilahkan mengikuti Dauroh jenjang kedua yaitu Dauroh Marhalah 2 (DM 2). Proses yang dilakukan setelah itu mengulang seperti yang jenjang kader 1 (AB 1)[10]. Dan, untuk jenjang yang ketiga, kader akan melewati Dauroh Marhalah 3 (DM 3)[11]. Dengan pola yang demikian, diharapkan seluruh prasyarat-prasyarat yang harus didapatkan seorang kader hingga terwujud profil muslim neragawan dapat dicapai.

Demikian pengantar ini dibuat untuk memudahkan kita semua menelaah dan memahami seluruh isi maupun kandungan dari proses kaderisasi KAMMI , khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tentunya perbaikan dan kritik sangat kami hargai, karena tidak ada satupun ucapan manusia yang luput dari kesalahan selain Rasulullah saw. Biarlah ini menjadi salah satu bukti kesungguhan kami untuk mempersembahkan generasi terbaik disetiap zamannya.

و الله اعلم بالصوب



[1] yaitu melampaui batas-batas hukum yang Telah ditetapkan Allah s.w.t.

[2] (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.

[3] Manhaj Kaderisasi KAMMI Buku 1. KAMMI Pusat.

[4] Enam Profil Kader KAMMI yaitu pengetahuan keIslaman,Kredibilas Moral,Wawasan KeIndonesiaan,Kepakaran dan profesionalisme, Kepemimpinan dan Diplomasi dan Jaringan. Lihat Manhaj Kaderisasi KAMMI. Buku 1.

[5] Manhaj Kaderisasi KAMMI Buku 1. Nalar Kaderisasi.

[6] Bina’ al-qo’idah al-harokiyah (membangun basis operasional), yaitu mambangun lapisan kader KAMMI yang bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasikan dan mengeksekusi tugas-tugas dakwah yang telah digariskan KAMMI.

[7] Bina’ al-qo’idah al-fikriyah (membangun basis konsep), yaitu membangun kader pemimpin yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang tinggi sesuai bidangnya, yang menjadi guru bagi gerakan, mengislamisasikan ilmu pengetahuan pada bidangnya, dan memelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai segi kehidupan manusia.

[8] Bina’ al-qo’idah al-siyasiyah (membangun basis kebijakan), yaitu membangun kader ideolog, pemimpin gerakan yang menentukan arah gerak dakwah KAMMI, berdasarkan situasi dan kondisi yang berkembang.

[9] Suplemen tersebut antara lain; Dauroh Qur’an, Dauroh Ijtima’iyah, Training Keorganisasian, Training Jurnalistik

[10] Suplemen yang didapatkan seorang kader AB 2 yaitu MK 2, Training Kehumasan, Dauroh Siyasi dan Dauroh Ijtima’iyah 2.

[11] Suplemen yang akan didapatkan oleh kader Ab 3 adalah Senior Camp sebelum kader tersebut mendapatkan pengukuhan sebagai kader AB 3.




[+/-] Selengkapnya...

Senin, 09 Maret 2009

buku "DAKWAH KAMMI DI TANAH PAPUA"Komentar Tokoh




Rasanya belum lama ketika kami mendiskusikan kemungkinan dibukanya
KAMMI di daerah paling Timur Indonesia (Papua) ini. Dan ternyata, sudah
tujuh tahun ‘sang jabang bayi’ itu kini usianya. Dalam usia yang masih sangat
muda, ternyata KAMMI Papua memiliki Dinamika Gerakan (Hayawiyatul
Harokah) yang luar biasa. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dengan hadirnya
buku dihadapan anda ini, yang sekaligus sebagai kado yang sangat indah
dari kader-kadernya pada pertambahan usianya kali ini.
Buku dihadapan anda ini merupakan khasanah pengalaman Dakwah kaderkadernya
selama berkiprah di bumi Papua. Pesan pentingnya adalah nilai Pewarisan
(Taurits) dan Pengembangan (Tathwir). Dua hal ini adalah prasyarat
kelanggengan dan ke-kontinyuitas-an kaderisasi kader-kader KAMMI, yang
juga merupakan pertaruhan keberlangsungan dakwah KAMMI di masa yang
akan datang. Kami berharap dengan hadirnya buku ini dapat memberikan
manfaat yang besar bagi para generasi KAMMI selanjutnya dan bagi Ormasormas
kepemudaan serta kaum muslimin pada umumnya.

Drs. NURKHAIRI, M.Si
Sekjend MITI (Masyarakat Ilmuan & Teknolog Indonesia)
Papua

KAMMI adalah salah satu elemen terpenting yang menggulirkan Reformasi
di Indonesia. Sehingga sangat perlu meluaskan gerakan perjuangannya sampai
di Tanah Papua. Dalam usia 7 Tahun ini, saya mencatat adanya semangat
membara dalam diri teman-teman KAMMI Papua. Dan Buku Catatan Perjalanan
ini adalah bukti, bahwa gerakan anak-anak muda kampus ini adalah
‘Mutiara’, harus dijaga, dikembangkan dan perlu mendapatkan dukungan dari
beragam pihak. Selamat berkarya, kembangkan terus kreasi-kreasi terbarunya.
IDRUS KHALWANI, SP
Wakil Ketua ICMI Orwil Papua & Anggota DPR Papua.

KAMMI Papua dalam hal peran membina moralitas, wahana mengembangkan
diri cukup signifi kan. Oleh karena itu, bisa jadi, KAMMI adalah pilihan bagi
mahasiswa yang berkendahkan menjadi lebih baik dan mengembangkan potensinya.
Selamat berjuang, semoga istiqomah di jalan Da’wah, Amar ma’ruf
nahi munkar.
IKHWANUL MUSLIMIN, S.Pd
Mantan Pengurus DPD IMM Prov. Papua & Anggota DPRD
Kota Jayapura

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 23 Februari 2009

Hidup Sekali Mesti Berarti I!


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rab semesta alam yang telah memberikan petunjuk dan kekuatan kepada penulis hingga terbitnya buku ini. Shalawat beserta salam teruntuk buat Sang junjungan, Nabi Muhammad saw. Semoga kita semua akan masuk dalam barisan panjang beliau di padang mahsyar nantinya. Yakni barisan bersama para Nabi, para syuhada, orang-orang shaleh dan barisan orang-orang yang benar.
Buku yang merupakan kumpulan dari tulisan penulis ini hanyalah buah dari perenungan dan refleksi pemikiran penulis terhadap berbagai realitas kehidupan yang dihadapi dunia kemanusiaan saat ini. Perenungan terhadap berbagai fenomena kemanusiaan yang menari-nari di berbagai lorong kehidupan individu, sosial, budaya, berbangsa dan keberagamaan kita. Sebuah refleksi yang juga diharapkan mampu menjadi motivasi untuk mendorong penulis dan kemudian kepada para pembaca agar bisa mengarifi hidup dan kehidupan dunia yang fana penuh fatamorgana.
Penulis mencoba berangkat dari risalah bahwa Allah SWT sudah menjadikan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Sebuah keistimewaan yang semestinya bisa membuat kita selalu berpikir dan mentadaburi akan hakikat penciptaan itu. Karena hanya dengan cara itulah kita akan menemukan jalan yang akan mengantarkan kita menjadi semulia-mulia ciptaan yang sesungguhnya.
Dari sanalah tulisan-tulisan ini mencoba memaparkan untuk kemudian mengajak kita berpikir dan sejenak merenung tentang hakikat penciptaan manusia, perjalanan hidup kekinian dan kedisinian manusia bersama kemanusiaannya, serta apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari pelayaran bahtera hidup yang tak pernah henti diarungi makhluk bernama manusia sebagai hamba Allah SWT. Sebuah prosesi yang berangkat dari kejujuran berfikir dan perenungan terhadap realitas kehidupan inilah yang diharapkan mampu membawa kita kepada kesadaran yang sempurna pada hakikat diri sebagai seorang abdi Allah SWT dan sebagai khalifah di muka bumiNya.
Inilah jenak-jenak yang juga diharapkan bisa menjadi “kereta” untuk mengantarkan kembali pada kesadaran terhadap setiap kealpaan sekecil apa pun di saat-saat menjalani aktivitas keseharian. Upaya sejenak menundukkan kepala untuk kemudian bisa menengadah dan memandang dengan terang dimana tujuan bahtera akan dilabuhkan. Kesemuanya itu bermuara pada satu orientasi hidup; hanya mencari dan mengharap Ridho dari Allah SWT.
Sedari risalah tauhid diturunkan, Allah SWT sebagai pencipta bumi seisinya sudah menjelaskan, Dia jadikan manusia dengan sebaik-baik penciptaan dengan tujuan tunggal untuk beribadah kepadaNya. Tidak ada tujuan lain dari beribadah. Sedangkan kehadiran manusia di muka bumi ditegaskan pula bahwa hanya untuk menjadi khalifah yang akan memimpin dan memakmurkan bumi seisinya.
Berkaitan dengan kemampuan, Allah SWT juga menjelaskan pesan yang terang bahwa misi beribadah dan misi kekhalifahan yang diberikanNya itu pastilah sesuai dengan kemampuan yang diberikan kepada hamba-hambaNya. Itu artinya, Allah SWT tidak akan memberikan amanah kekhalifahan di luar kemampuan yang dikaruniakan kepada hamba-hambaNya.
Lebih mendalam lagi Allah SWT memesankan, ketika menjalani amanah hidup dalam keseharian, Dia pun sudah menegaskan bagaimana agar setiap hambaNya menjalani dalam bingkai ketaqwaan dan tidak pernah keluar dari bingkai-bingkai itu. “Bertaqwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada.” Ini menjelaskan kepada kita bahwa ketaqwaan itu tidak memandang ruang dan waktu, yang berarti pula ketaqwaan itu mesti selalu bersamaan dengan aktivitas keseharian seorang hamba Allah SWT. Apa pun jenis aktivitasnya.
Tidak hanya itu, Allah SWT juga sudah menjanjikan balasan dari setiap amal yang dilakukan oleh hamba-hambaNya. Baik amal baik maupun amalan buruk, semua ada balasannya. Dari situ pula Allah kemudian menjelaskan adanya pahala, adanya syurga dan neraka, ada keberkahan dan ada siksaan yang setiap saat bisa saja datang mengancam. Inilah motivasi dasarnya.
Perjalanan misi mencari dan meraih Ridho untuk berkumpul di syurgaNya nanti, bukanlah jalan mulus tanpa godaan dan cobaan. Dalam konteks ini, tidak ada syurga yang gratis, tidak ada pahala yang gratis dan tidak pula ada nikmat yang gratis. Maka Allah pun mengingatkan bahwa ada makhluk bernama iblis yang akan selalu menggelincirkan, dan di balik itu juga ada keikhlasan yang akan membuat roda selalu ada di atas rel yang diinginkanNya. Maka, hanyalah keikhlasan, ketaqwaan dan kewaspadaan yang istiqomah seorang hambalah yang akan membuatnya tetap bertahan pada jalan yang digariskan Zat yang telah menciptakannya.
Satu hal lagi, kehidupan dunia pasti ada ada akhirnya. Semua akan kembali kepada Allah SWT dan akan dimintai pertanggung jawaban dari semua amanah yang Dia titipkan selama hidup di dunia. Tidak ada yang kekal dan tidak akan ada yang luput dari pertanggung jawaban.
Pembaca yang budiman, buku ini hanya secercah asa yang coba digoreskan penulis untuk membuat dirinya dan (semoga) para pembacanya selalu tersadar akan hakikat penciptaan hanya untuk beribadah, menjalani prosesi kehidupan dengan ketaqwaan yang sesungguhnya serta mengajak kita semua untuk terus menyadari bahwa hanya Allah SWT bersama keridhoanNyalah yang menjadi tujuan kehidupan kita. Semoga bermamfaat dan Allah SWT selalu Ridho atas setiap niat dan amal baik kita.

Sijunjung, Februari 2009

Mamanto Fani


[+/-] Selengkapnya...