Selasa, 23 Maret 2010

Mengapa AKU Mencintai KAMMI

Bergabung di KAMMI bukanlah pilihan rasional, lebih kental sisi emosional. Ada banyak cita-cita tinggi yang hendak diwujudkan dan dipersembahkan kepada KAMMI. Maka cinta dan cita-cita tinggi itulah yang membangun semangat ‘bergerak’.

Cintalah yang membuat akh Imron menulis serial “Mengapa Aku Mencintai KAMMI”, yang kemudian dijadikan sebagai judul buku ini. Cintalah yang membatalkan rencana akh Yuli terbang ke London. Dan masih banyak ‘kisah cinta’ lainnya. Saya percaya, banyak yang mencintai KAMMI di KAMMI.

Tak perlu kader KAMMI diajarkan tentang cinta. Tapi rasanya pantas cinta kepada KAMMI digelorakan. Cinta bukan sebuah ajaran ataupun ilmu yang bisa dibuat konsepnya oleh kaderisasi. Cinta terhadap KAMMI merupakan ungkapan perasaan. Perlu teladan dari senior.

Dan pengorbanan bukanlah ‘ritual’ kewajiban sebagai anggota organisasi. Pengorbanan di KAMMI haruslah menjadi ‘ritual’ cinta. Layaknya cinta seorang gadis yang melepas kekasihnya pergi mencari ilmu di negeri jiran. Cinta yang ‘hidup’ dan menghidupi sebuah gerakan untuk berkorban tanpa penyesalan dan keterpaksaan. Bukan kata-kata cinta yang lahir dari kewajiban ataupun sekedar ‘amanah’.






[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 12 Januari 2010

Biarakan Dakwah Bermetamorfosa !


“Ada kalanya para penyeru kebenaran harus menjadi kepompong; berkarya dalam
diam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba saatnya menjadi kupu-kupu, tak ada
pilihan kecuali terbang, melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada
dunia. Buku ini berhasil mengantar kita memahami hakikat itu, dengan paparan yang
memikat!”
Salim A. Fillah,
penikmat jalan dakwah,
penulis buku ‘Jalan Cinta Para Pejuang’

“Sebuah refl eksi kritis yang bermakna. Memotivasi dan menguatkan kita, terutama
kalangan Muslim terpelajar, untuk tetap senantiasa istiqamah di jalan lurus dakwah
dan tarbiyah. Namun –ini yang penting digarisbawahi- bahwa dakwah tidaklah statis. Ia
mestilah bergerak dinamis.
Metamorfosa dakwah, bak sunnatullah, senantiasa dikelilingi kehadiran dan kelahiran
para pejuang muda, termasuk kehadiran buku ini dan penulisnya. Penulis mengajak
kita senantiasa siap mendorong perjalanan sejarah agar bergerak menuju puncaknya.
Ia berupaya mengobarkan semangat pembaruan dalam rangka mengagungkan-Nya.
Sebuah tugas mulia yang menunggu kita semua”.
Syafarudin, M.A.,
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

“Buku ini memotivasi para da’i Muslim untuk mempersiapkan segala potensi kekuatan
menuju kebenaran secara optimal, agar memudahkan mereka merealisasikan sunnah
al-ishlah wa at-taghyir (reformasi dan perubahan) di tengah masyarakat dalam rangka
dakwah Ilallah. Karya ini lahir sebagai hasil pemahaman dakwah yang universal, komprehensif
dan integral dari akh Andree”.
J Ardan Mardan, Lc, M.A.,
alumnus al-Azhar University Cairo,
kandidat doktor syari’ah University MalayaKuala Lumpur


[+/-] Selengkapnya...