Kamis, 15 Oktober 2009

Koperasi dan UMKM Sebagai modal awal menjadi Pusat Peradaban dan Jembatan Hubungan Antar Bangsa


Agus Muldya Natakusumah.

Koperasi dan UMKM Sebagai modal awal menjadi Pusat Peradaban dan Jembatan Hubungan Antar BangsaPertama Kali sistem perekonomian model koperasi di Indonesia dicanangkan oleh Muhhamad Hatta. Hatta meyakini Koperasi merupakan sistem perekonomian yang cocok untuk diterapkan di Indonesia karena secara kultur dan sosilogis terdapat kesesuaian dengan buadaya kegotong-royongan yang hidup dan tumbuh di dalam masyarakat Indonesia.Semangat untuk melaksanakan sistem perekonomian yang berorientasi pada tujuan tercapainya kemakmuran dan keadilan bersama utuk seluruh rakyat indonesia itu tertuang di dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa ” Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan”. Klausul pasal 33 UUD 1945 ini menunjukan bahwa Founding Father Bangsa Indonesia berkeyakinan bahwa sistem koperasi mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan dekat dengan budaya masyarakat indonesia.Luas wilayah Republik Indonesia dan berbagai potensi kekayaan alam serta sumberdaya masyarakat yang dimiliki Indonesia, proses Demokratisasi dan perkembangan situasi sangat cocok untuk pengembangan koperasi dan UMKM. Potensi Pertanian, perkebunan, industri manufaktur, transportasi dan kelautan serta potensi-potensi yang lain memerlukan pengelolaan yang baik dan terukur sehingga dapat mendukung pertumbuhan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat.Koperasi merupakan badan usaha yang mengajarkan mengenai kemandirian dan kebersamaan. Sesuai dengan filosofinya koperasi berangkat dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dengan sistem proses seperti ini jelas bahwa koperasi tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi semata melainkan juga sebagai wahana untuk pelatihan kepemimpinan dan manajerial serta pemanfaatan resources untuk kemaslahatan bersama bagi seluruh rakyat indonesia.Dengan motto kebersamaan yang dimilikinya koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian nasional yang memiliki peran besar dalam mengatasi berbagai persoalan nasional dalam lingkup perekonomian dan penyerapan sumberdaya manusia sekaligus berkontribusi dalam hal pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dan menjaga keamanan dalam skala tertentu. Sedang kan UMKM adalah ciri dari kemampuan adaptasi, memanfaatkan peluang, kreatifitas dan keuletan serta ketangguhan bangsa Indonesia.Soalnya koperasi di indonesia yang berjalan sepanjang perjalanan bangsa ini seolah jalan ditempat dan kurang menghasilkan output yang signifikan dalam hal pertumbuhan ekonomi masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya? Dan mengapa sampai dengan sekarang ini budaya ketergantungan kepada pemerintah tidak terminimalisir bahkan cenderung meningkat, apakah ada yang salah dalam sistem pengelolaan koperasi di indonesia?Sampai saat ini besarnya potensi kekayaan yang dimiliki negeri ini dari sektor perikanan, pertanian, industri dan perkebunan serta jumlah penduduknya yang mencapai sekitar 230-an juta penduduk yang tersebar di berbagai wilayah di indonesia, belumlah berhasil menjadi potensi yang menjadi keberhasilannya. Padahal koperasi merupakan salah satu alat perekat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Koperasi tidak sebatas persoalan ekonomi semata melainkan juga harus mampu mengemban misi yang lebih besar lagi yaitu sebagai alat untuk menjaga terus terciptanya keharmonisan antara daerah dan masyarakat dalam kondisi perbedaan-perbedaan yang sudah menjadi suratan sang pencipta.Untuk mengembangkan koperasi dan UMKM sehingga mampu mencapai tujuan sampai dengan tataran filosofi dan ideologi koperasi tentu diperlukan sebuah kepemimpinan yang handal dan fleksibel serta memiliki pengalaman pengorganisasian yang matang serta cakap dalam melakukan terobosan-terobosan dalam mengatasi persoalan yang timbul, kemampuan resolusi konflik mutlak harus dimiliki oleh seseorang yang akan memimpin pergerakkan koperasi di indonesia pada masa mendatang, periode pemerintahan 2009-2014. Filosofi kepemimpinan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara sangat tepat untuk diterapkan dalam memimpin pergerakkan kperasi di indonesia. Filosofi kepemimpinan yang menganut tri logi kepemimpinan yaitu Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tutuwuri Handayani. Seorang pemimpin sudah seharusnya memiliki kelebihan dan kemampuan untuk menggunakan dan menempatkan dirinya secara proporsional dalam berbagai situasi dan kondisi. Ketika di depan pemimpin harus dapat dijadikan sauri tauladan, ketika di tengan mampu memberikan motifasi jadi penyemangat dan ketika dibelakang mampu memberikan dorongan kepada yang dipimpinnya.Adalah tidak tepat jika pemerintah menyerahkan kepemimpinan pergerakkan koperasi dan UMKM ini pada sosok profesional yang kompeten pada satu bidang tertentu saja karena pemimpin semcacam ini cenderung akan kesulitan dalam mengurus dan mengembangkan koperasi dan UMKM yang notabene terdiri dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki berbagai macam karakteristik dan budaya yang berbeda satu dengan yang lainya. Misalanya psikologi memimpin nelayan berbeda dengan petani atau industri karena kultur mereka berbeda satu sama lain. Pemimpin jenis profesional nantinya hanya akan memunculkan model kepemimpinan yang birokratis dan bergaya amtenaar yang cenderung main perintah dan menunggu laporan padahal koperasi dan UMKM memerlukan pemimpin yang mobilitasnya tinggi serta siap untuk terjun langsung ke lapangan. Praktis untuk mampu memimpin koperasi dan UMKM supaya tumbuh dan berkembang diperlukan kualitas pemimpin yang memiliki kemampuan memimpin yang komprehensif dan berpengalaman menyelesaikan berbagai konflik dengan arif dan bijaksana.Dengan kualitas perkembangan koperasi dan UMKM yang baik dan kedudukanya yang kuat dalam perekonomian nasional, pemerintah akan terbantu oleh lepasnya ketergantungan industri kecil kepada pemerintah dalam hal permodalan seiring dengan meningkatnya kemandirian koperasi-UMKM dan pertumbuhan ekonomi para anggotanya dan pelakunya . Dalam kondisi seperti ini produktifitas hasil produksi di berbagai sektor indutri dipastikan akan meningkat sehingga dapat mengangkat perekonomian nasional dan indonesia diharapkan akan lebih percaya diri dalam hubungan internasional sehingga mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki baik budaya dan pariwisatanya serta sumberdayanya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri yang kuat.Tahun 2010 adalah tahun dimana AFTA diberlakukan di Indonesia, ini akan membuka peluang persaingan ekonomi yang termat ketat seiring masuknya pesaing-pesaing dari kawasan Asean itu. Tanpa memiliki karakteristik ekonomi yang mandiri dan berlandaskan akar budaya bangsa kita hanya akan menjadi pihak yang kalah dalam persaingan dan pemerintah akan terus menjadi tempat bergantung bagi beban subsidi yang tak berkesudahan.Oleh karena ituProgram Kunci


1. Bahwa seluruh pejabat Koperasi dan UMKM tidak ada kata tidak tahu dan tidak meresponse, alasannya yang dihadapi orang banyak dan orang orang yang butuh bantuan segera.


2. Memungut dan mempersulit apapun harus dijauhi oleh seluruh pejabat Kementrian dan Dinas Koperasi juga UMKM sehingga hal secara bertahap tidak akan pernah dilakukan lagi sebaliknya jika mendengar keluhan dan pengaduan dari masyarakat harus menjadi lagu yang paling merdu dan sebagai tanda kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat.


3.Menjadikan segenap petugas Kementrian Menko serta UKM menjadi pengorganisasi atau Bapak Asuh dari Koperasi-koperasi dan UMKM yang berada di lingkungan nya atau berdasarkan minat dan keahlian diadaerahnya


4. Kementrian dan Dinas koperasi dan umkm kalaupun tetap menjalankan program strategis dan berbasiskan kepada Rencana Pemerintah pada 2009 s/d 2014 tetapi tetap menginformasikan, memfasilitasi dan mendorong usaha yang ”bisa mendapatkan hasil signifikant” ketika ada peluang yang nyata.


5. Kementrian Koperasi dan UMKM, kalaupun punya program yang baku tetapi tetap melihat peluang serta melakukan tindakan yang diperlukan ketika terjadi situasi, krisis keuangan dunia kembali, krisis energy, krisis pangan dan hal hal lainnya yang terjadi akibat perubahan iklim.


6. Kementrian Koperasi dan UMKM harus berada digarda terdepan dalam membantu program pemerintah dibidang penanggulangan kemiskinan dan Pengangguran.Program Kunci dilakukan agar pelaksanaan Program strategis dapat dilaksanakan untuk mencapai harapan.


Program Staregis 2009 s/d 2014Kementerian Koperasi dan UmKM serta Dinasnya:


1. Membuat peta dinamis yang lebih detail tentang Koperasi dan UMKM dalam rangka merevitalisasi usaha usaha yang telah ada dan mempertajam program dengan memanfaatkan PNPM dan KUR berbasiskan kepada keterampilan dan peluang lokal dengan daerah disekitarnya atau peluang usaha dan jenis usaha yang sejenis.


2. Lebih fokus lagi dalam mengembangkan keterampilan berOrganisasi usaha, managemen, serta mendorong terjadinya koordinasi Koperasi dan Pengusaha UMKM dengan instansi terkait dalam rangka kordinasi dan mewujudkan peluang usaha atau mendapatkan solusi.


3. Mengembangkan Koperasi yang berbasis Owner operator seperti Usaha Pengiriman Tenaga kerja dan Koperasi Pekerja Media Massa dan Koperasi sejenisnya dalam mendorong proses Demokratisasi, perlindungan pekerja dan pertahanan negara.


4. Mendorong usaha yang berbasis kepada energy alternative dan penyelamatan lingkungan hidup. Dengan mengembangkan inovasi dan kordinasi dengan instansi terkait serta mendorong penggunaan dan CSR untuk kepentingan nasional dibidang energy ini.


5. Mendorong terealisasinya ketahanan pangan dengan tumbuhan alternative dan terjadinya lapangan kerja baru, usaha baru dan penghematan Devisa negara.


6. Mendorong percepatan tumbuh berkembangnya usaha usaha kreative dan tradisonil yang berbasis kepada Fashion, kuliner, kerajinan, pariwisata dan Hiburan. Dengan memanfaatkan momentum, kedaerahan, dan event event profesional dan liburan.


7. Diseluruh Indonesia secara nyata mendekatkan program dengan Media massa sehingga diketahui masyarakat, sebagai positioning, membangun Merk dan promosi.8. Kepada anak-anak sejak usia dini perkenalan koperasi dan UMKM bagian dari kehidupan, struglle of life dan pintu masuk menuju kehidupan yang lebih baik


9. Mendorong terjadi sinergy antara pengusaha Indoensia diluar negeri dengan hasil karya industri Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan orang Indonesia disana atau menduniakan produk Indonesia.


10. Menjalin Kerjasama Internasional dalam rangka berbagai pengembangan termasuk membuka pasar dan embrio menjadikan Indonesia sebagai jembatan antar bangsa.


11.Menjadikan Dunia Koperasi dan UMKM menjadi dekat dengan Masyarakat walaupun tidak menggelutinya, melalui Penayangan & Pembangunan Kesadaran di Media Massa baik TV Koran dan Majalah sebagai serial yang menginspirasi menarik, memancing untuk mengikutnya,


12.Dikembangkan pola-pola yang memberikan informasi dan pelajaran dengan pola komtemporer sehingga tidak terkesan menggurui tetapi sangat bermanfaat dalam mengedukasi berbagai laporan masyarakat ketika memasuki dunia Koperasi dan UMKMSemua ini dilaksanakan dengan :


Harapan


1.Pemerintahan dapat melaksanakan amanat UUD 45.


2.Pemerintah dapat Mewujudkan target Programnya.-Pengangguran menurun & lapangan kerja meningkat-Terjadi Pertumbuhan Ekonomi.-Target spesifik Kementrian / Departemen Tercapai.


3.Menumbuhkan Nasionalisme dan pertahanan negara.


4.Mendorong Pembangunan Ekonomi yang lebih bisamandiri dan berkembang luas.


5.Memulai menjadikan pebisnis Indonesia menjadipemain yang lebih


“ siap “ ditingkatan international.


Demikian disampaikan.


Agus Muldya Natakusumah.


Tidak ada komentar: