Selain memerintahkan shaum, dalam menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan ketika memasuki bulan Ramadhan.
Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat..... Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia, sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah). Sumber : Puasa bersama Rasulullah, Pengarang : Ibnu Muhammad (Pustaka Al-Bayan Mizan)
Minggu, 31 Agustus 2008
Nasehat Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan
Jumat, 29 Agustus 2008
MARHABAN YAA RAMADHAN
Mutiara Ramadhan : Sorga, Jamuan Allah Untuk Orang Mukmin
Orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang takut Allah, dengan menjalankan semua perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.
Orang-orang yang menyedekahkan hartanya sesuai dengan anjuran agama, baik itu zakat, sedekah maupun infak, baik dalam keadaan sulit maupun mudah. Ketika mereka banyak rezeki tidak mencerminkan orang yang cinta harta, bahkan ketika mereka dalam kesulitan sama sekali tidak mencerminkan kepelitan.
Mereka yang bisa menahan amarah dan tidak berbuat aniaya.
Mereka yang pemaaf, dan yang demi kebaikan selalu memaafkan orang yang pernah menganiayanya dan memusuhinya.
Mereka yang ketika melakukan perbuatan tercela, segera ingat Allah dan meminta ampunanNya atas dosa-dosa yang dilakukannya.
Mereka yang tidak suka berlarut-larut dalam kesalahan dan perbuatan dosa. Dalam surah Al-Mu'minun ayat 1-11 juga dijelaskan sifat-sifat penghuni sorga, sebagai berikut :
orang-orang yang beriman dengan rukun-rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, nabi-nabi Allah, hari akhir dan ketentuan dan keputusan Allah. Mereka beriman dengan lisan, hati dan perbuatan mereka.
Mereka yang mendirikan salat mereka dengan khusyu'
Mereka yang meninggalkan hal-hal yang tidak berguna, dan yang memanfaatkan waktu mereka untuk tindakan-tindakan yang bermanfaat.
Mereka yang membayar zakat, baik zakat harta maupun zakat fitrah.
Mereka yang menjaga alat kelamin mereka dari perbuatan zina dan pelanggaran seksual yang dilarang agama.
Mereka yang yang senantiasa memenuhi amanah dan janji-janji mereka, dan
Mereka yang senantiasa menjaga salat-salat mereka. Semoga kita termasuk orang-orang yang akan masuk sorga. Amin.
Jumat, 22 Agustus 2008
Presiden Bahas Konsep Muslim Negarawan Bersama KAMMI
COPYRIGHT © 2008
SBY Terima Undangan Muktamar KAMMI
Kamis, 21 Agustus 2008 - 12:06 wib
Amirul Hasan - OkezoneJAKARTA - Pengurus Besar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PB KAMMI) mengundang presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka dan memberikan sambutan dalam Muktamar ke-6 organisasi mahasiswa tersebut di Makassar November mendatang."Kedatangan kawan-kawan ini untuk bersilaturrahmi sekaligus mengundang presiden untuk membuka muktamar di Makassar nantinya, dan Insya Allah nantinya akan hadir di muktamar tersebut," ujar Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng di Wisma Negara Jakarta, Kamis (21/8/2008). Lebih lanjut Andi juga mengatakan bahwa kedatangan pengurus KAMMI ini juga untu bersilaturrahmi dan berdiskusi mengenai masalah-masalah yang berkenaan dengan kenegaraan dan kondisi nasional saat ini. Sementara itu Ketua KAMMI, Taufiq Amrullah mengatakan bahwa dalam pertemuan itu mereka juga menyampaikan beberapa gagasan yang berkenaan dengan agenda perjuangan mahasiswa seperti (OKEZONE.COM)
Senin, 18 Agustus 2008
Mutiara Para Sahabat Nabi; Amru bin Al-’Ash; Sosok Penakluk Negeri Mesir Nun Cerdas dan Tangkas
Beliau adalah sahabat Rasulullah saw Amru bin Al-Ash bin Wail As-sahmi, salah seorang penunggang kuda dan pahlawan yang pemberani dari suku Quraisy, salah seorang dari kalangan arab yang cerdas, pintar dan tangkas। Masuk Islam sebelum futuh (penaklukan) kota Mekkah, dan diantara sebab masuk islam adalah karena beliau sering pergi ke negeri Habsyah dan beliau merupakan kawan dekat raja Najasyi, suatu ketika raja Najasyi berkata kepadanya : “wahai Amru, kenapa engkau meninggalkan perkara yang dibawa oleh anak pamanmu? Demi Allah dia adalah seorang Rasulullah (utusan Allah) yang sah। Amru berkata : Engkau mengatakan demikian? dia berkata lagi : Demi Allah aku akan mengikutinya. (Ibnu Hisyam dan Ahmad).Akhirnya, Amru keluar dari negeri Habsyah menuju kota Madinah, saat itu bulan Safar tahun ke 8 dari Hijrah, ditengah jalan beliau berjumpa dengan Khalid bin Walid dan Utsman bin Tolhah, dan keduanya juga sedang bertolak menuju kota Madinah ingin bertemu dengan nabi saw, sehingga merekapun berjalan bersama-sama ke kota tersebut dan masuk Islam dihadapan Rasulullah saw dan berbaiat untuk setia kepada Islam dan kepada Rasul.
Pada suatu hari Rasulullah saw mengutus Amru dan berkata kepada beliau : “Ambillah pakaian dan pedangmu lalu kembalilah kepada saya”. Beliau datang menghadapnya, dan Rasulullah saw berkata kepadanya : “Sesungguhnya aku ingin mengutusmu bersama satu pasukan, semoga Allah memberikan keselamatan kepadamu dan harta rampasan, dan aku senang jika engkau memperoleh kebaikan dari harta tersebut”. Beliau berkata : Wahai Rasulullah, aku masuk Islam bukan karena harta namun karena cinta kepada Islam dan ingin menjadi sahabat Rasulullah saw. Rasulullah saw pun bersabda : “Sebaik-baik harta adalah yang dimiliki oleh orang yang salih”. (HR. Ahmad)
Amru bin Al-Ash adalah seorang mujahid yang gagah berani, sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, berjuang dalam meninggikan bendera Islam dan menyebarkannya ke negeri timur dan barat dunia, dan Rasulullah saw sangat mengenal akan watak Amru bin Al-Ash yang gagah berani dan kemampuan berperangnya, karena itu beliau selalu diamanahkan untuk memimpin sebagian pasukan ghazwah (perang) dan sariyah (ekspedisi), sebagaimana beliau (Rasulullah saw) juga cinta kepadanya dan begitu dekat dengannya. Beliau pernah bersabda : “Amru bin Al-Ash adalah orang terbaik dari suku Quraisy, sebaik-baik Ahlul bait adalah Abu Abdullah, Ummu Abdullah dan Abdullah”. (HR. Ahmad) dan beliau bersabda lagi : “dua orang dari keturunan Al-Ash adalah orang telah beriman ; Amru dan Hisyam”. (Ahmad dan Al-Hakim).
Saat Rasulullah saw melakukan sariyah pada penduduk dzatu salasil pada bulan Jumadil akhirah tahun 8 H, Rasul mengangkat Amru sebagai panglima perangnya, dan juga mengangkatnya sebagai wali dari kota Oman hingga menjelang wafatnya Rasulullah saw. Dan Amru bin al-Ash juga ikut serta dalam perang memberantas para murtadin dan mendapatkan ujian yang sangat baik.
Pada masa khilafah Umar bin Al-Khattab Amru bin Al-Ash diamanahkan memimpin pembangunan negeri Palestina, karena Umar sangat mencintainya dan mengenal betul akan kemampuannya dan kecerdasannya, Umar berkata : Tidak layak bagi Abu Abdullah berjalan diatas bumi ini kecuali harus menjadi amir”. (Ibnu Asakir).
Amru juga punya cita-cita dapat menaklukan negeri Mesir, maka diutarakanlah niatnya kepada Umar dan terus memberikan keyakinan akan hal tersebut sehingga Al-Faruq mengangkatnya sebagai panglima dari pasukan muslimin untuk menaklukan negeri Mesir dan membebaskannya dari Romawi. Maka Amru dan pasukannya berjalan menelusuri bukit dan gunung bebatuan dan pada akhirnya setelah melewati perjalanan panjang yang melelahkan, negeri Mesir dapat ditaklukkan dan membebaskan penduduknya dari kedzaliman dan kekejaman raja Romawi, lalu menyeru mereka kepada agama Allah, dan pada Akhirnya penduduk Mesir berbondong-bondong masuk Islam.
Setelah penaklukan, Amru diangkat sebagai gubernur negeri Mesir dan menjadikan kota fistat sebagai ibu kotanya serta membangun masjid jami’ yang dikenal hingga sekarang dengan sebutan “Masjid Jami Amru bin Ash”, bangsa Mesir sangat senang dengan beliau, merasakan dari kepemimpinannya yang adil, memberikan kebebasan dan kesejahteraan hidup. sebagaimana amru juga sangat senang dengan penduduk dan bangsa Mesir dan sangat mengenal akan watak dan karakter mereka.
Amru menjadi gubernur negeri Mesir hingga Utsman memindahkan beliau dari negeri tersebut, kemudian Utsman wafat dan terjadi fitnah besar antara Ali dan Mu’awiyah, dan Amru berdiri disamping Mu’awiyah, hingga akhirnya khilafah dipegang oleh Mu’awiyah dan Amrupun kembali menjabat sebagai gubernur Mesir untuk kedua kalinya hingga menjelang wafat. Saat sekaratul maut datang anaknya yang bernama Abdullah bin Amru menghadap beliau dan mendapatinya sedang menangis, beliau berkata kepada anaknya : “Wahai anakku ! tidakkah Rasulullah saw mengabarkan kepadamu tentang ini ? tidakkah Rasulullah saw mengabarkan kepadamu tentang ini ? maka beliaupun menghadapkan wajahnya dan berkata : sungguh aku berada pada tiga kondisi, aku telah melihat dalam mimpi dan tidak ada seorangpun yang paling benci kepada Rasulullah saw dariku sampai aku berniat ingin membunuh, sungguh sekiranya aku mati pada saat itu tentulah aku menjadi penghuni neraka, namun ketika Allah membukakan hatiku kepada Islam maka akupun menghadap Rasulullah saw dan aku berkata kepadanya : bentangkanlah tangan kananmu agar aku bisa berbaiat, maka beliaupun membentangkannya, dia berkata lagi : Maka aku genggam erat tangannya, sehingga rasulullah saw berkata : apa yang kamu lakukan wahai Amru ? “ dia berkata : Aku berkata kepadanya : aku ingin ada syarat. Rasulullah saw berkata : syarat apa ? aku berkata : agar Allah mau mengampuniku, nabi berkata : Tidakkah engkau ketahui bahwa Islam akan meleburkan segala sesuatu sebelumnya ?, dan Tidakkah engkau ketahui bahwa hijrah akan meleburkan segala sesuatu dari sebelumnya ? dan Tidakkah engkau ketahui bahwa haji akan meleburkan segala sesuatu dari sebelumnya ?, tidak ada seorangpun yang aku cintai dari Rasulullah saw dan tidak ada seorangpun yang terus terbayang dalam jiwaku kecuali wajah Rasulullah saw, aku tidak tahan menahan tetesan air mata melihat keagungan pribadi beliau saw, jika ditanya apakah aku bisa menghapusnya maka akan aku katakan tidak, karena aku tidak mampu menahan deraian air mata akan keharuan terhadap pribadi Rasulullah, sungguh jika aku mati pada saat itu aku berharap menjadi penghuni surga. (Muslim).
Amru wafat pada tahun 43 H pada usia 90 tahun. Dan belliau meriwayatkan hadits nabi saw sebanyak 39 hadits.
Kamis, 14 Agustus 2008
Tiga Tugas Dai Dalam Memenangkan Dakwah
Selain unsur kader penggerak dakwah adalah kekuatan sarana (anashirul-wasail) dan sifatnya hanya sebagai pendukung kesuksesan manuver dakwah para kader penggerak dakwah. “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak ketahui, sedang Allah mengetahuinya….” (Al-Anfaal: 60)
Berpijak pada prinsip itu, ada tiga tugas penting yang harus dijalankan pada dai dalam kancah ma’rakah da’wah (bisa dalam bentuk amal tabligh, siyasiyah (politik) hingga ghazwah (perang)). Pertama, seorang kader penggerak dakwah harus punya tugas moral untuk menjadi penggerak semua rekan-rekan seperjuangnya untuk mau berpartisipasi dalam pemenangan dakwah. Ini dilakukan dengan membangkitkan orientasi perjuangan (ittijah jihadiyah) sebagai bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. “Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu dari orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (Al-Anfaal: 65)
Kedua, seorang penggerak dakwah yang sejati senantiasa mengawal perjuangan rekan-rekan seperjuangannya agar mampu menjaga syakhsiyah rabbaniyah, sebagaimana telah ditempa sebelumnya dalam proses panjang tarbiyah. Ma’rakah siyasiyah, sebagai contoh, adalah medan ujian bagi soliditas kepribadian (matanah syakhsiyah) para kader penggerak dakwah, sebagai medan aktualisasi nilai dan fikrah yang diyakini kebenarannya, serta sebagai medan tarbiyah maydaniyah (pendidikan lapangan) yang sangat berharga. “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan musuh, maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah….” (Al-Anfaal: 45-47)
Ketiga, seorang penggerak dakwah yang istiqomah akan selalu melakukan konsolidasi kepribadian dan barisan dengan rekan-rekan seperjuangannya, baik ketika bersiap maupun ketika kembali dari medan ma’rakah. Tidak bisa dinafikan bahwa akan muncul masalah-masalah operasional (qadhaya tathbiqiyah) yang menimpa sebagian jajaran kader dakwah sebagai konsekuensi gesekan dan benturan di lapangan dakwah. Terutama ketika medan yang mereka masuki adalah medan ma’rakah siyasiyah yang penuh fitnah. Karena itu, konsolidasi dan merapatkan barisan adalah solusi yang harus senantiasa dilakukan; dan sarananya adalah kembali melakukan tarbiyah. “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya (dari medan perang), supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah: 122)
Inilah tiga tugas penting yang harus dilakukan seorang kader penggeraka dakwah jika ingin memenangkan dakwah di setiap medan ma’rakah. Tugas ini harus dilakukan secara terus menerus. Dengan begitu, ia bisa menjadi kader penggerak dakwah yang responsif secara cepat dan tepat kala dakwah membutuhkannya.
Tentu saja untuk menjadi kader dakwah yang seperti itu bukan perkara ringan. Namun, itu juga sebuah kemestian. Sebab, kelalaian seorang kader penggerak dakwah untuk menunaikan ketiga tugasnya itu, akan berakibat fatal. Setidaknya dakwah harus membayar perjuangan meraih kemenangannya dengan harga yang lebih mahal karena terjadi kekeroposan pada kekuatan internal para pengasungnya. Bila ini terjadi, kejayaan Islam, tegaknya syariat Allah di muka bumi, dan umat yang memiliki izzah (harga diri) hanya tinggal mimpi. Naudzu billahi min dzalik.
Agar Malaikat Turun ke Bumi
Setelah semua upaya dilakukan. Setelah semua pengorbanan diberikan. Setelah semua doa dipanjatkan. Selebihnya adalah mengharapkan keajaiban. Ya keajaiban dalam perspektif keimanan bukanlah negatif. Bahkan kerap kali keimanan itu menciptakan hal-hal yang ajaib. Sejarah orang-orang beriman banyak dipenuhi dengan kejadian-kejadian ajaib dan di luar prediksi nalar manusia. Allah memberikan karunia keajaiban itu kepada mereka sebagai bukti dukungan-Nya kepada perjuangan mereka menegakkan kebenaran dan mempertahankannya. Maka dalam Islam kita mengenal mukjizat, karomah, dan lain-lain.
Setelah melakukan perdebatan raja Fir’aun yang menegangkan urat syaraf, lalu dilanjutkan dengan adu kehebatan antara nabi Allah Musa as. melawan para tukang sihirnya dalam rangka membela kebenaran dan menyelamatkan Bani Israel dari perbudakan raja Fir’aun. Keajaiban pun terjadi. Seorang nabi Musa berhasil mengalahkan kehebatan para tukang sihir itu; ular-ular tukang sihir mereka dilumat habis oleh ular Musa as dan mereka pun menyatakan keimanannya kepada Tuhannya Musa dan Harun. Peristiwa tidak berhenti di situ, raja Fir’aun yang dipermalukan di depan rakyatnya pun murka dan hendak membinasakan mereka semua; Musa dan Bani Israel. Lalu tejadilah peristiwa pengejaran terhadap Musa dan kaumnya hingga pelarian mereka terhadang oleh bentangan laut Merah di hadapan mereka. Logika manusia mengatakan, mereka akan segera tertangkap lalu menjadi bulan-bulanan amukan Fir’aun dan tentaranya.
Untuk kesekian kalinya Allah menurunkan keajaiban-Nya kepada mereka. Laut yang menghadang itu kemudian terbelah oleh hentakan tongkat Musa as. dan mereka pun menyebaringinya laksana menyeberangi daratan. Dan Musa beserta kaumnya selamat dari pengejaran Fir’aun. Sebaliknya, Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam ketika mereka mengikuti jejak Musa menyeberangi jalan laut yang telah diretas Musa atas izin Allah itu. Allah mengabadikan kisah ajaib ini dalam firman-Nya di As-Syu’ara’ ayat 61 -66
“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah Pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain]. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.”Keajaiban bagi manusia tentu bukan keajaban bagi Allah swt., yang memiliki kerajaan langit dan bumi, yang semua makhluk tunduk kepada-Nya dan menjadi tentara-Nya.
“Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi ialah penolong yang dijadikan Allah swt. untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya. Seperti pada perang Badar, di mana Allah menurunkan para malaikat untuk membantu perjuangan kaum muslimin. Allah mengisahkan:
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut.” (Al-Anfal: 9)
Murdifin artinya malaikat yang diperbantukan Allah secara berkelompok dan bergelombang, satu kelompok datang lalu disusul oleh kelompok lain. Itu terasa lebih menakutkan musuh.Perang Badar adalah peristiwa besar yang penuh dengan keajaiban. Jumlah pasukan yang tidak berimbang antara kaum muslimin dan kafir Quraisy, senjata yang tidak sebanding, perbekalan yang jauh lebih sedikit ketimbang lawan. Logika kita memahami bahwa 1 orang melawan 3 hanyalah tindakan bunuh diri. 314 pasukan dan 2 kuda perang Islam, melawan 950 pasukan dengan 200 kuda kafir Quraisy.
Rasulullah saw. menghabiskan malam itu dalam zikir kepada Allah swt., tasbih, dan doa. Agar Allah swt. berkenan menurunkan pertolongan-Nya kepada kelompok kecil ini. Sekelompok yang membela agamanya dan kehormatannya. Rasulullah saw. terus menerus berdoa dan bermunajat kepada Tuhannya sampai jubahnya terjuntai jatuh dari pundaknya. Terharu melihat kondisi beliau Abu Bakar ra. mengangkat jubah itu lalu meletakkannya kembali di pundak beliau sembil berkata:
“Tenang ya Rasulullah. Cukuplah kiranya engkau bermunajat kepada Tuhanmu. Allah telah menjanjikanmu salah satu dari dua kelompok itu.”
Lalu perang tanding pun dimulai. Rasulullah tak henti-hentinya bermunajat kepada Allah:
اَللَّهُمَّ إِنْ تَهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةُ فَلَنْ تُعْبَدَ فِي الأَرْضِ بَعْدَ الْيَوْمِ
“Ya Allah, jika pasukan ini kalah. Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini setelah ini.”Selain munajat, doa, harap, segenap kekhawatiran. Rasulullah juga memotivasi dan memberikan instruksi dan komando kepada para sahabat. Bahkan menjanjikan mereka dengan janji-janji surga.“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya. Tidaklah hari ini salah seorang di antara kalian bertempur lalu dia terubunuh karena bersabar dan mengaharapkan pahala Allah, ia maju dan tidak mundur, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”Rasulullah meneruskan motivasinya:
“Bangkitlah kalian untuk surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
Demi mendengar ucapan itu, Umair bin Al-Humam berkata, “Bakh. Bakh.” Rasulullah bersabda, “Apa yang membuatmu mengucapkan bakh bakh?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah ya Rasulullah, selain harapan agar aku termasuk penghuni surga.” Rasulullah bersabda, “Kamu termasuk penghuninya.” Umair mengambil kurma di tangkainya lalu melemparkannya seraya berkata, “Jika aku hidup sampai menghabiskan kurma ini, tentu itu merupakan kehidupan yang panjang.” Lalu ia bertempur melawan mereka hingga terbunuh.Allah swt. memberikan kemenangannya kepada pasukan kecil ini. Yang terbunuh dari pihak kafir 70 orang dan kaum Muslimin 14 orang.
Begitulah dukungan dan pertoloangan Allah selalu datang kepada orang-orang yang beriman. Di sepanjang sejarah perjuangan wali-wali Allah itu. Tidak hanya perjuangan di medan perang. Bahkan semua medan perjuangan di jalan Allah yang tujuannya menegakkan kebenaran dan kalimat Allah di muka bumi. Perjuangan dakwah, pendidikan, bahkan politik. Ketika cita-cita perjuangannya adalah mendamba ridha Allah.
Seorang ibu tinggal di sebuah komplek di Bekasi bercerita, bahwa selama ini diri dan keluarganya adalah fungsionaris dan pendukung partai tertentu. Semua orang tahu bahwa dia dan keluarganya pendukung partai itu. Akan tetapi pada pemilihan umum 2004 lalu dia tidak memilih partai yang selama ini dipilihnya. Ibu itu bercerita, “Saya memasuki bilik suara, terdapat tiga lembar kertas suara yang akan saya coblos. Aneh sekali, pada lembaran lembaran itu tidak jelas, kecuali partai (tertentu) yang berasaskan Islam, ya saya coblos aja partai itu. Gak apa lah, masih ada dua lembar kertas suara lagi, keduanya akan saya berikan untuk partai saya. Lembar kedua saya buka, ternyata tidak berbeda dengan lembar pertama, semua gambar tidak jelas kecuali gambar partai nomor di atas, saya cobloslah gambar itu. Ya, saya masih punya harapan untuk lembar ketiga, suara saya akan saya berikan untuk memilih calon wakil rakyat di tingkat kabupaten dari partai saya. Ternyata saya mendapatinya seperti dua lembar kertas sebelumnya, akhirnya suara saya berikan nomor tersebut. Jangan bilang siapa siapa ya. Inikah yang namannya hidayah itu…”
Seorang ibu-ibu juga, tinggal di Tangerang. Sewaktu memasuki bilik suara ia blank. Tidak ada bayangan akan memilih apa. Sampai ketika hendak mencoblos, juga tidak ada kecenderungan untuk memilih apa. Tiba-tiba bayangan ustadz di pengajiannya muncul. Sepertinya ustadz orang partai Islam (tertentu), maka serta merta ia pun memilih partai itu. Padahal selama ini sang ustadz tidak pernah menyarankan apalagi mendoktrin untuk memilih partai tertentu.
Di sebuah daerah di Papua. Mayoritas penduduknya Kristen. Jelas mereka akan memberikan aspirasi politiknya ke partai yang bukan partai Islam. Pada pemilihan umum tahun 2004 itu, sebagian besar warga diangkut dengan beberapa truk untuk sampai ke TPS. Sebelum berangkat mereka semua didoktrin untuk memlilih partai se idioleogi mereka, berulang kali tokoh setempat mengingatkan partai yang akan mereka pilih. Dan secara mengejutkan, usai penghitungan suara salah satu partai Islam meraup suara yang cukup signifikan dan berhasil menempatkan seorang wakilnya ke kursi dewan. Usut punya usut, ternyata sebagian besar mereka salah pilih, partai se-idiologi mereka yang akan mereka pilih, eh partai Islam yang mereka coblos.
Keikhlasan, totalitas perjuangan, keteladanan pemimpin dan ketaatan tentara, kerendahan diri di hadapan Allah, kekuatan ruhiyah, totalitas dalam tawakal adalah deretan kata kunci untuk memancing pertolongan Allah swt., agar berkenan menurunkan tentara-Nya memenangkan kebenaran. Wallahu A’lam.
Rabu, 13 Agustus 2008
SUDAHKAH KITA SALING MENGINGATKAN DAN EVALUASI DIRI
Assalaamu'alaykum WarrahmatullahiWabarakatuh,Sahdan, suatu hari, Imam Ghozali berkumpuldengan murid-muridnya. Lalu Imam Ghozalimengajukan enam pertanyaan pada murid-muridnya.Pertanyaan Pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita didunia ini?"!Murid-muridnya ada yang menjawab : orangtua, guru teman dan kerabatnya.Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itubenar. Tetapiyang paling dekat dengan kita adalah 'mati'.Sebab itu sudah janji Allah bahwa setiap yangbernyawa pasti akan mati. Oleh karena itusudah siapkah kita mati? Bekal apakah yangakan kita bawa mati?!Pertanyaan Kedua,"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab : NegeriChina , bulan, matahari dan bintang-bintang.Imam Ghozali menjelaskan bahwa semuajawaban yang mereka berikan adalah benar.Tapi yang paling jauh dengan kita adalah 'masalalu'. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita,tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Olehkarena itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yangsesuai dengan ajaran Allah.Pertanyaan Ketiga,"Apa yang paling besar di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab : Gunung,bumi dan matahari.. Imam Ghozali menjelaskan bahwa semuajawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yangpaling besar dari yang ada di dunia ini adalah"nafsu" . Justru nafsu yang menguasai diri kita,menyebabkan manusia gagal menggunakan akal, mata, telinga dan hati yang dikaruniakanAllah untuk hidup dengan benar. Pertanyaan Keempat,"Apa yang paling berat di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab : baja,besi dan gajah. Imam Ghozali menjelaskan bahwa semuajawaban yang mereka berikan adalah benar.Tapiyang paling berat adalah "memegang amanah".Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung danmalaikat, semua itu tidak mampu ketika Allahmeminta mereka untuk menjadi! kholifah(pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengansombongnya menyanggupi permintaan Allah,namun kemudian manusia lupa akan janjinyapada Allah.Pertanyaan Kelima,"Apa yang paling ringan di dunia ini?"Murid-muridnya ada yang menjawab : kapas,angin, debu dan daun-daunan.Imam Ghozali menjelaskan bahwa semuajawaban yang mereka berikan adalah benar.Tapi yang paling ringan didunia ini adalah"meninggalkan sholat" .Gara-gara pekerjaan dan urusan dunia kita dengan mudahmeninggalkan sholat.Pertanyaan Keenam,"Apa yang paling tajam di dunia ini?"Murid-muridnya dengan serentak menjawab Pedang.!!.Imam Ghozali menjawab benar, tapiyang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena manusia dengan begitu mudahmenyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.Tak ada manusia yang suciMari saling mengingatkan & memperbaikiMoga hidup jadi lebih berartiTuk raih ridlo Illahi RobbiAmiinWassalaamu'alaykum WarrahmatullahiWabarakatuh.
Ribuan Guru di Bekasi Dimintai Uang Pengangkatan
BEKASI (MI): DPRD Kota Bekasi mendesak Wali Kota Bekasi Akhmad Zurfaih mengusut kasus pungutan liar (pungli) yang dialami ribuan guru sukarelawan. "Kami minta Wali Kota Bekasi segera bertindak secara tegas menyikapi pungli," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Sutriyono, kemarin. Menurutnya, sebanyak 2.049 dari 2.171 guru yang tergabung dalam Forum Solidaritas Guru Sukarelawan (FSGS) Kota Bekasi telah diangkat menjadi tenaga kerja kontrak (TKK) pada awal Juli 2008. Namun, mereka diminta memberikan upeti, atau uang ucapan terima kasih kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Bekasi, cendera mata untuk ketua koordinator kecamatan, serta biaya administrasi atas perubahan status guru menjadi TKK hingga Rp2,5 juta. Sutriyono menambahkan, selain melaporkan kasus itu ke polisi, Wali Kota juga harus menindak anak buahnya yang terindikasi terlibat. Di sisi lain, Kepala BKD Kota Bekasi Slamet Gumelar menegaskan pihaknya tidak akan menerima sepeser pun uang terima kasih terkait pengangkatan TKK. "Pemkot Bekasi akan menolak ucapan terima kasih semacam itu," katanya. Namun, sejumlah guru TKK mengaku diminta mengumpulkan uang itu pada 4 Juli-6 Juli di lokasi yang telah ditentukan koordinator kecamatan masing-masing. "Pengumpulan uang dilakukan di SDN Margamulya I, Kecamatan Bekasi Timur," keluh salah seorang guru yang mengaku diminta memberikan uang sebesar Rp2 juta tanpa disertai bukti pembayaran. Menurut para guru, setelah dana terkumpul maka pihak FSGS berencana menyelenggarakan syukuran di sebuah hotel mewah di Bekasi. Ketua FSGS Kota Bekasi Ayatulloh membantah pihaknya melakukan pungli. Namun, ia mengaku meminta biaya seikhlasnya dari guru yang diangkat menjadi TKK sebagai ucapan terima kasih kepada pemerintah serta tim advokasi yang telah membantu perjuangan para guru sejak 2005. Ketika menanggapi hal itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Mas Guntur Laope menyatakan pihaknya segera melakukan tindakan setelah mendapatkan laporan dari korban penyuapan. Hal senada diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Sugeng Djoko Susilo yang siap menyelidiki pungli terhadap guru sukarelawan. "Jika sudah ada laporan dari pihak terkait, kami segera menganalisis dan menindak pelanggaran yang terjadi," terangnya. (GG)